Stabat, Langkatoday.com – Belanja pemerintah bukan sekadar urusan menghabiskan anggaran. Di tengah dorongan digitalisasi pengadaan, Pemerintah Kabupaten Langkat ingin memastikan uang yang dibelanjakan pemerintah juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Pesan itu ditegaskan Plt. Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Belanja E-Purchasing melalui Lokapasar (E-Marketplace) AyooMall di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Jumat (11/9).
Tiorita mendorong seluruh perangkat daerah memanfaatkan e-purchasing sekaligus memberi ruang lebih besar bagi produk lokal dan UMKM Langkat dalam memenuhi kebutuhan pemerintah.
“Saya menekankan para kepala perangkat daerah untuk lebih mengutamakan produk lokal dan memberikan porsi signifikan bagi UMKM lokal dalam belanja pemerintah,” ujar Tiorita.
Menurutnya, digitalisasi pengadaan tidak boleh berhenti pada perubahan cara berbelanja dari manual menjadi daring. Sistem tersebut harus mampu menciptakan pengadaan yang lebih transparan, efisien, akuntabel dan terdokumentasi, sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha daerah.
UMKM Lokal Jangan Hanya Jadi Penonton
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Langkat, David Helgod Pardede, S.IP., M.SP., mengatakan pihaknya terus mendampingi pelaku usaha agar mampu masuk dan bersaing dalam ekosistem pengadaan elektronik.
Hingga pelaksanaan bimbingan teknis, lebih dari 30 pelaku usaha lokal telah didaftarkan di AyooMall. Produk yang tersedia antara lain alat tulis kantor, makanan dan minuman, pakaian serta berbagai kebutuhan lainnya.
“Ini akan terus kita dorong sehingga belanja P-APBD nanti sudah bisa melalui e-marketplace,” ujar David.
Langkah tersebut menjadi penting karena belanja pemerintah memiliki daya dorong ekonomi yang cukup besar.
Ketika kebutuhan pemerintah dipenuhi pelaku usaha lokal, perputaran uang tidak hanya berhenti pada transaksi pengadaan, tetapi berpotensi menghidupkan produksi, perdagangan dan pendapatan masyarakat di daerah.
Digitalisasi Harus Berdampak
Perwakilan Presiden Direktur PT Air Mas Perkasa, Aldo Reza Sayuda, mengapresiasi komitmen Pemkab Langkat dalam mendorong digitalisasi dan transparansi pengadaan.
Ia berharap sistem tersebut semakin memperkuat tata kelola belanja pemerintah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.
“Komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Langkat dalam mendorong digitalisasi dan transparansi dalam membelanjakan barang dan jasa patut diapresiasi,” katanya.
Bagi Langkat, tantangan berikutnya bukan sekadar berapa banyak UMKM yang terdaftar di marketplace. Yang lebih penting adalah berapa besar belanja pemerintah yang benar-benar mampu membuka pasar bagi usaha lokal.
Jika implementasi berjalan konsisten, e-marketplace dapat menjadi salah satu instrumen agar belanja pemerintah tidak hanya tercatat sebagai angka dalam APBD, tetapi ikut menjadi penggerak ekonomi masyarakat Langkat.
Editor : Fadli














Komentar