Karo, Langkatoday.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak erupsi Gunung Sinabung terpenuhi selama berada di pengungsian.
Hal itu disampaikan Bobby saat meninjau Posko Pengungsian dan Posko Kesehatan Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Selasa (1/9).
Peninjauan dilakukan setelah Bobby memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bersama Forkopimda dan Badan Geologi Kementerian ESDM di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung.
Pemprov Sumut saat ini memprioritaskan evakuasi warga yang berada di zona merah aktivitas Gunung Sinabung. Salah satunya Desa Kuta Tengah, di mana sebanyak 280 jiwa dari sekitar 600 penduduk telah dievakuasi ke Pos Pengungsian Suka Tepu.
Bobby meminta warga bersabar dan tidak kembali ke rumah sebelum ada instruksi resmi dari pemerintah terkait kondisi keamanan wilayah.
Menurutnya, kenyamanan pengungsi menjadi perhatian penting agar warga tidak terdorong kembali ke daerah yang masih berisiko.
“Kita pastikan fasilitas tempat mereka tidur, air, toilet, dan juga makannya,” ujar Bobby.
Pemprov Sumut juga memastikan ketersediaan tikar dan selimut, air bersih, penerangan, kebersihan toilet dan sanitasi, serta pasokan makanan dan minuman. Armada pendukung turut disiagakan untuk mendistribusikan kebutuhan pokok selama masa tanggap darurat.
Selain itu, pemerintah akan menyiapkan bus khusus untuk mengangkut anak-anak sekolah yang terdampak pengungsian.
Bobby juga meminta TNI dan Polri ikut menjaga ladang serta ternak milik warga yang terpaksa ditinggalkan selama proses evakuasi.
Sementara itu, Kepala Pos PGA Sinabung Badan Geologi Kementerian ESDM, Armen Putra, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada Status Level III (Siaga).
Armen mengatakan pengosongan permukiman merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat aktivitas vulkanik. Pemantauan terus dilakukan sebelum dilakukan evaluasi lebih lanjut terkait kemungkinan penurunan status menjadi Level II (Waspada).













