Abu Vulkanik Anak Krakatau Terlihat Indah di Bawah Mikroskop, Namun Berbahaya bagi Tubuh

- Pewarta

Senin, 7 September 2026 - 13:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau ternyata menyimpan bentuk yang terlihat unik dan berwarna-warni ketika diamati menggunakan mikroskop.

Hal tersebut terlihat dalam percobaan pengamatan mikroskop yang dilakukan akun Instagram @montessoriroo yang dilihat Langkatoday, Senin (7/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski tampak indah, abu vulkanik tidak bisa diperlakukan seperti debu biasa. Partikel abu vulkanik memiliki karakteristik yang dapat membahayakan kesehatan apabila terhirup atau mengenai bagian tubuh.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan abu vulkanik mengandung material silika yang memiliki karakteristik tajam dan dapat mengiritasi sejumlah organ tubuh.

Baca Juga:  Mahasiswa Lebanon di Indonesia Heran Banyak Toko Jual Kurma Palestina, Ajak Boikot!

“Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan abu ataupun debu biasa karena mengandung silika yang seperti serpihan kaca yang tajam dan bisa merusak, khususnya pada organ yang terkena, antara lain mata, hidung, mulut, maupun kulit,” kata Dicky di Jakarta, Ahad (6/9).

Pada mata, paparan abu vulkanik dapat menyebabkan kemerahan, rasa perih, mata berair hingga sensitif terhadap cahaya. Partikel abu juga berpotensi menimbulkan goresan pada permukaan mata serta peradangan konjungtiva.

Baca Juga:  Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Anak Krakatau Paling Berdampak

Sementara pada saluran pernapasan, paparan abu vulkanik dapat memicu iritasi hidung dan tenggorokan, pilek serta batuk. Pada paparan dalam jumlah tinggi, kondisi tersebut dapat disertai sesak napas atau nyeri di dada.

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik perlu menggunakan perlindungan yang sesuai dan mengikuti informasi serta imbauan resmi dari otoritas terkait.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen
Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Terbaru

Teknologi

ProArt Terbaru Resmi Masuk Indonesia

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:28 WIB