Jakarta, Langkatoday.com – iPhone Duo menjadi salah satu perangkat yang paling mencuri perhatian dalam Apple Event. Meski menjadi ponsel lipat pertama Apple, perangkat ini dinilai sudah tampil matang dari sisi desain, kualitas konstruksi hingga pengalaman perangkat lunak.
Namun, kesan positif tersebut tidak sepenuhnya tanpa catatan. Bobot lebih dari 250 gram menjadi salah satu kompromi yang langsung terasa saat perangkat digunakan.
Penilaian itu disampaikan tech reviewer Bestindotech (BIT), Malvin Nathaniel, setelah menjajal langsung iPhone Duo di Apple Park seusai peluncuran.
“Bisa dibilang iPhone Duo terasa ‘matang’ dari impresi awal mencoba device tersebut,” ujar Malvin dilansir dari media detikINET.
Software Jadi Salah Satu Kekuatan
Menurut Malvin, salah satu hal paling menarik dari iPhone Duo bukan hanya perangkat kerasnya, tetapi bagaimana Apple mengoptimalkan iOS untuk layar lipat.
Ia menilai antarmuka dan pengalaman pengguna pada perangkat tersebut tidak sekadar menghadirkan iOS dalam ukuran layar yang lebih besar.
“UI dan UX-nya terasa dipikirkan dengan sangat matang oleh Apple,” katanya.
Menurutnya, sejumlah elemen antarmuka memang terasa dirancang secara khusus untuk form factor foldable. Animasi pada perangkat juga memberikan pengalaman berbeda ketika digunakan secara langsung.
“Animasi yang ada di iPhone Duo sebenarnya tidak terlalu disorot Apple secara langsung, tetapi setelah dicoba ternyata memberikan impresi yang kuat,” ujarnya.

Build Quality dan Layar Dalam Dipuji
Sebagai perangkat foldable generasi pertama Apple, kualitas konstruksi menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian.
Malvin menilai build quality serta layar bagian dalam iPhone Duo menjadi dua aspek yang sangat menonjol.
“Terutama kalau dinilai dari build quality dan inner screen sebagai foldable, ini bisa dibilang yang terbaik,” ungkapnya.
Menurut dia, keputusan Apple masuk belakangan ke pasar ponsel lipat justru membuat iPhone Duo tidak terasa seperti produk yang masih dalam tahap eksperimen.
Bobot Lebih dari 250 Gram Jadi Kompromi
Di balik sejumlah keunggulan tersebut, bobot menjadi salah satu kekurangan yang cukup terasa.
Dengan berat lebih dari 250 gram, iPhone Duo dinilai cukup berat dibandingkan tren sejumlah ponsel lipat terbaru yang semakin tipis dan ringan.
“Bobot yang cukup terasa, 250 gram lebih, di saat foldable lain sudah lebih ringan dari smartphone candybar biasa,” kata Malvin.
Selain bobot, format layar lipat juga memiliki keterbatasan. Aktivitas yang membutuhkan ruang vertikal panjang, seperti chatting, menurut Malvin masih bisa terasa kurang ideal.
“Mungkin mirip seperti foldable lain dengan form factor sama, kesulitan ada di hal yang membutuhkan vertical space seperti chatting,” jelasnya.
Artinya, layar yang lebih besar tidak otomatis membuat seluruh aktivitas menjadi lebih nyaman. Pengalaman tetap bergantung pada jenis aplikasi serta bagaimana konten ditampilkan pada rasio layar tersebut.
Berpotensi Gantikan iPhone dan iPad Mini
Meski memiliki sejumlah kompromi, layar besar iPhone Duo justru menjadi daya tarik utama bagi pengguna tertentu.
Malvin menilai perangkat ini berpotensi menjadi pilihan bagi pengguna yang selama ini menggunakan iPhone sekaligus iPad mini.
“Buat yang ingin tablet dan hape dalam satu form factor, mungkin pengguna iPad Mini dan iPhone ini akan jadi sebuah device yang mengakomodasi kedua kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, pengguna iPhone dan iPad, khususnya iPad mini, menjadi kelompok yang berpotensi mendapatkan manfaat paling besar dari perangkat tersebut.
Meski berada di segmen premium, Malvin menilai iPhone Duo tetap menawarkan nilai yang menarik. Namun, keputusan apakah perangkat tersebut layak dibeli pada akhirnya kembali kepada kebutuhan dan preferensi masing-masing pengguna.
“Saya pribadi merasakan ada value yang diberikan lebih oleh Apple di iPhone Duo yang membuat dia cukup worth it, walau balik lagi value setiap orang akan subjektif,” pungkasnya.
Editor : Fadli














Komentar