Stabat, Langkatoday.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia Medan menggelar edukasi tentang pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Desa Sidorejo, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Senin (15/6).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya mendukung transformasi digital di sektor kesehatan serta meningkatkan literasi digital masyarakat.
Tim pengabdian dipimpin Sri Agustina Meliala, SKM., MKM, dengan anggota dr. Erik Winarno, M.Kes, dr. Arief Hidayat Guci, MKM, serta mahasiswa Sartika Damai Putri Gulo dan Viona Marifah Boang Manalu.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai berbagai layanan kesehatan berbasis digital yang kini dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pelayanan secara lebih mudah, cepat, efektif, dan efisien.
Materi yang disampaikan meliputi penggunaan aplikasi Mobile JKN, SATUSEHAT Mobile, layanan telemedicine, sistem pendaftaran pelayanan kesehatan secara daring, hingga pentingnya menjaga keamanan data pribadi saat menggunakan layanan digital.
Ketua tim pengabdian, Sri Agustina Meliala, mengatakan perkembangan teknologi di bidang kesehatan harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya.
“Saat ini berbagai layanan kesehatan telah tersedia secara digital. Namun masih banyak masyarakat yang belum memahami cara memanfaatkannya secara optimal. Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin percaya diri menggunakan layanan kesehatan digital sehingga akses terhadap pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, tanya jawab, hingga praktik langsung penggunaan aplikasi kesehatan digital.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai cara menggunakan aplikasi kesehatan, proses pendaftaran layanan secara online, hingga memperoleh informasi kesehatan yang benar dan dapat dipercaya.
Selain memperkenalkan teknologi digital, tim pengabdian juga mengedukasi masyarakat agar lebih bijak menggunakan media digital, termasuk kemampuan membedakan informasi kesehatan yang valid dengan informasi palsu atau hoaks yang banyak beredar di media sosial.
Pemerintah Desa Sidorejo mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan wawasan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital di bidang kesehatan. Dukungan pemerintah desa juga dinilai menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Melalui kegiatan ini, Institut Kesehatan Helvetia Medan menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.
Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin siap menghadapi era digital sekaligus mampu memanfaatkan berbagai inovasi layanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup.
.jpg)






