Mahasiswa UDA Gelar Demo, Soroti Status Akreditasi hingga Dugaan Pungutan Rp2 Juta

- Pewarta

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Puluhan mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA) menggelar aksi demonstrasi di depan kampus yang berada di Jalan Dr. TD Pardede, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Rabu (26/8).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan kekecewaan terhadap persoalan yang mereka hadapi, mulai dari status akreditasi kampus, ketidakjelasan layanan akademik, hingga persoalan administrasi perpindahan mahasiswa ke perguruan tinggi lain.

Aksi digelar menyusul pencabutan status akreditasi UDA oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 7 Juli 2026. UDA kemudian berstatus Tidak Memenuhi Syarat Peringkat (TMSP) akreditasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di bawah terik matahari, mahasiswa membentangkan sejumlah poster berisi kritik terhadap pengelolaan kampus dan yayasan.

Beberapa tulisan yang dibawa antara lain “Mahasiswa Jadi Korban Dualisme Yayasan”, “Kampus Pemeras”, “Kampus Mempersulit Mahasiswa”, hingga seruan, “Pak Najib Tolong Kami Pak.”

Tuntut Kepastian Kuliah dan Wisuda

Koordinator aksi, Daniel Sinaga, mengatakan demonstrasi tersebut dilakukan untuk meminta kejelasan mengenai masa depan mahasiswa, terutama terkait keberlanjutan perkuliahan dan proses akademik yang terdampak persoalan internal yayasan.

Menurutnya, mahasiswa membutuhkan kepastian mengenai kelanjutan pendidikan, termasuk proses wisuda yang disebut mengalami penundaan.

Baca Juga:  Peserta Aksi Dukung Program MBG Akui Terima Uang Saku Rp100 Ribu dan Peralatan Dapur

“Kepada bapak Rektor dan Ketua Yayasan, aksi kami ini untuk meminta kepastian kelanjutan kuliah, proses wisuda yang tertunda, serta pencabutan hambatan administratif akibat dualisme Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA),” ujar Daniel dalam orasinya di depan gedung Sekretariat Biro Rektor.

Mahasiswa juga menyoroti persoalan administrasi bagi mereka yang hendak melanjutkan pendidikan atau pindah ke perguruan tinggi lain.

Daniel menegaskan mahasiswa menolak adanya pungutan sebesar Rp2 juta yang disebut dibebankan ketika mengurus surat rekomendasi atau dokumen perpindahan kampus.

“Kami bukan sapi perah. Jangan ada pungutan uang Rp2 juta yang dibebankan kepada mahasiswa saat mengurus surat rekomendasi atau izin pindah ke perguruan tinggi lain,” tegasnya.

Minta Uang Kuliah Dikembalikan

Selain persoalan biaya perpindahan, mahasiswa juga meminta adanya kejelasan mengenai uang kuliah yang telah mereka bayarkan.

Mereka menuntut pengembalian biaya pendidikan apabila hak-hak akademik mahasiswa tidak dapat diproses akibat persoalan yang terjadi di lingkungan kampus dan yayasan.

“Kami orang miskin. Jangan persulit mahasiswa dengan urusan administrasi perpindahan kampus,” ungkap Daniel.

Mahasiswa menilai persoalan dualisme yayasan maupun persoalan internal pengelolaan perguruan tinggi tidak seharusnya dibebankan kepada mahasiswa yang telah membayar biaya pendidikan dan menjalani proses perkuliahan.

Baca Juga:  Massa DPN Kembali Datangi Kantor DJP Wilayah I Sumut, Soroti Kinerja dan Standarisasi K3

Kecewa Tak Ditemui Pihak Yayasan

Kekecewaan mahasiswa semakin memuncak lantaran hingga aksi berlangsung, tidak ada perwakilan yayasan yang menemui mereka.

Daniel bahkan meminta pihak kampus dan yayasan keluar untuk berdialog langsung dengan mahasiswa.

“Jangan kami, mahasiswa yang dibodoh-bodohi. Ini kami yang terlalu pintar atau pihak yayasan yang bodoh yang coba mengangkangi hak-hak mahasiswa,” katanya.

Situasi kemudian memanas ketika mahasiswa membakar ban di badan jalan sebagai bentuk protes. Aksi tersebut menyebabkan akses lalu lintas di sekitar lokasi sempat ditutup oleh pihak kepolisian.

“Jangan diam saja di dalam. Keluarlah Pak Suryadi, temui kami para mahasiswa di sini,” seru Daniel.

Namun hingga aksi demonstrasi berakhir, mahasiswa menyebut tidak ada satu pun perwakilan Yayasan UDA yang keluar dari gedung rektorat untuk menemui mereka.

Mahasiswa berharap persoalan yang terjadi segera mendapat penyelesaian agar tidak semakin merugikan mahasiswa, khususnya mereka yang sedang berada pada tahap akhir perkuliahan dan membutuhkan kepastian mengenai kelanjutan studi maupun proses kelulusan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Viral! Kondisi Memprihatinkan Mobil Dinas Berplat Merah di Binjai Picu Sorotan Warganet
Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Raih Akreditasi Unggul
Mahasiswi USU Asal Langsa Meninggal, Isu Perundungan Masih Dalam Penelusuran
IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus
Nama Bripka Agus Ginta Meiro Beredar Usai Video Polisi Diduga Ejek Pendemo Viral
Viral Video Oknum Polisi Diduga Provokatif Saat Amankan Demo Hari Tani di Bengkulu

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Viral! Kondisi Memprihatinkan Mobil Dinas Berplat Merah di Binjai Picu Sorotan Warganet

Rabu, 30 September 2026 - 17:56 WIB

Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Raih Akreditasi Unggul

Senin, 28 September 2026 - 13:18 WIB

Mahasiswi USU Asal Langsa Meninggal, Isu Perundungan Masih Dalam Penelusuran

Terbaru