Langkat dan Kutukan Korupsi

- Pewarta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Kabar penetapan Bupati Langkat Syah Afandin sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghadirkan luka bagi masyarakat Kabupaten Langkat. Peristiwa ini bukan sekadar persoalan individu, tetapi menjadi alarm keras bahwa tata kelola pemerintahan daerah masih menyimpan persoalan serius.

Lebih dari itu, publik tentu sulit mengabaikan fakta sejarah. Dalam kurun waktu beberapa dekade terakhir, Langkat berulang kali dihadapkan pada kasus korupsi yang melibatkan kepala daerahnya. Mulai dari era H. Zulkifli Harahap, H. Syamsul Arifin, Terbit Rencana Perangin-angin, hingga kini Syah Afandin.

Meski masing-masing perkara memiliki konteks dan proses hukum yang berbeda, rangkaian peristiwa tersebut meninggalkan pertanyaan besar: mengapa siklus ini terus berulang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, pergantian kepemimpinan akibat persoalan hukum seolah menjadi pola yang berulang di Kabupaten Langkat

Pada Januari 2022, setelah Terbit Rencana Perangin-angin terjaring OTT KPK, posisi kepemimpinan daerah beralih kepada wakilnya saat itu, Syah Afandin.

Kini, setelah Syah Afandin menghadapi proses hukum, roda pemerintahan kembali berada di tangan Wakil Bupati Tiorita Br. Surbakti, yang tidak lain merupakan istri Terbit Rencana Perangin-angin.

Baca Juga:  8.400 Jemaah Gagal Berangkat Haji karena Korupsi Kuota, Setelah 14 Tahun Menunggu

Situasi ini tentu memunculkan beragam persepsi di tengah masyarakat. Ada yang mengaitkannya dengan dinamika politik, ada pula yang melihatnya sebagai ironi demokrasi lokal. Namun, semua pandangan tersebut tetap harus ditempatkan sebagai opini publik, bukan sebagai kesimpulan hukum.

Yang jauh lebih penting adalah menjadikan momentum ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemerintahan daerah.

Kasus korupsi tidak pernah lahir begitu saja. Ia tumbuh ketika pengawasan lemah, transparansi diabaikan, dan kekuasaan terkonsentrasi pada segelintir pihak.

Karena itu, penyelesaiannya tidak cukup hanya dengan mengganti pemimpin. Yang harus dibangun adalah sistem yang mampu mencegah penyalahgunaan wewenang sejak awal.

Kabupaten Langkat memiliki sumber daya alam yang melimpah, potensi ekonomi yang besar, serta masyarakat yang dikenal pekerja keras. Sayangnya, potensi tersebut berkali-kali tertutupi oleh pemberitaan mengenai kasus korupsi yang menyeret pemimpinnya.

Sudah saatnya wajah Langkat tidak lagi dikenal karena operasi tangkap tangan, melainkan karena prestasi pembangunan, kualitas pelayanan publik, dan keberhasilan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Dampak Lonjakan Permintaan, Sejumlah SPBU di Langkat Kehabisan Stok BBM

Masyarakat juga memiliki peran penting. Demokrasi tidak berhenti saat hari pencoblosan. Pengawasan terhadap jalannya pemerintahan harus terus dilakukan melalui kritik yang konstruktif, partisipasi publik, serta keberanian menyuarakan kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, aparat penegak hukum harus bekerja secara profesional, independen, dan transparan. Setiap orang yang diperiksa tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Langkat tidak boleh terus hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Kabupaten ini membutuhkan budaya politik baru yang mengedepankan integritas, akuntabilitas, dan kepemimpinan yang bersih.

Karena sesungguhnya, yang paling dirugikan dari setiap kasus korupsi bukan hanya negara, tetapi jutaan masyarakat yang kehilangan kesempatan memperoleh pelayanan publik yang lebih baik, pembangunan yang lebih cepat, dan masa depan yang lebih sejahtera.

Semoga peristiwa ini menjadi titik balik, bukan sekadar babak baru dari siklus yang sama.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Ribu Orang Menganggur di Langkat, Lulusan SMA Terbesar
Tiga Bulan Tiorita: Dari Jalan Rusak hingga Penguatan Ekonomi, Pemerintahan Langkat Terus Bergerak
Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode
Ketika Bendahara Terlalu Banyak Bicara
Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi
HTML: Tulang Punggung Website Modern
Taktik ‘Siram-Menyiram’ di Langkat: Rahasia Sukses Bikin Suara Kritis Mendadak Serak
Merdeka yang Tertunda: Refleksi Kritis atas Makna Kemerdekaan Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:50 WIB

33 Ribu Orang Menganggur di Langkat, Lulusan SMA Terbesar

Selasa, 22 September 2026 - 19:28 WIB

Tiga Bulan Tiorita: Dari Jalan Rusak hingga Penguatan Ekonomi, Pemerintahan Langkat Terus Bergerak

Rabu, 16 September 2026 - 14:36 WIB

Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode

Rabu, 16 September 2026 - 11:58 WIB

Ketika Bendahara Terlalu Banyak Bicara

Sabtu, 12 September 2026 - 07:07 WIB

Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB