Deep Learning = Kurikulum Baru?

- Kontributor

Kamis, 9 Januari 2025 - 16:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi
Ilustrasi Deep Learning
Oleh: Mulia Sinta Nasution, S.Pd, Gr
Pengajar di SMA Labuhan Batu

MEDAN (Langkatoday) – Istilah deep learning Kemabli mencuak setelah Kemdikbudristek akan menerapkan dalam pembelajaran di sekolah.

Penerapan Deep learning memiliki tantangan dan peluang tersendiri di setiap guru dan sekolah.

Deep learning adalah pendekatan pembelajaran yang bertujuan:

  1. Meningkatkan pemahaman mendalam mengajarkan siswa untuk benar-benar memahami konsep bukan hanya menghafal.
  2. Mendorong keterampilan berpikir kritis membantu siswa mengeksplorasi solusi dan menggabungkan ide-ide.
  3. Melibatkan siswa secara aktif melalui diskusi kolaborasi dan eksplorasinya nyata.
Baca Juga:  Jabatan Dilanggar, Regulasi Ditinggalkan - Siapa Lindungi BUMD dari Oknum ASN Rakus Kekuasaan?

Tujuannya adalah membangun keterampilan abad ke-21 yang esensial untuk masa depan siswa dengan fokus utama yaitu:

  1. Membekali siswa pada pemahaman berkelanjutan seperti pengetahuan yang tidak hanya dipahami tetapi dapat diterapkan di berbagai konteks.
  2. Mengembangkan soft skills, Seperti problem-solving, kerjasama, dan komunikasi.
  3. Membentuk pembelajaran Mandiri.
Baca Juga:  Selamat Hari Ibu: Nyawa Rumini Dikobaran Api Sang Bunda

Jadi, the learning bukan kurikulum baru tetapi merupakan pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan dapat diterapkan di berbagai konteks dengan fokus utama pada pemahaman dan pengembangan yang mendalam keterampilan siswa.


Sumber:

Brown, A.L, & Campione, J.C (1996). Designing a community of Learners dan Hattie, J. (2012). Visible Learning for Teachers.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun
“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat
Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah
Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja
Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU
Alun-Alun Stabat yang Berubah Jadi Kolam, Cermin Buram Tata Kota Langkat
Ketika Wakil Rakyat Lupa Menjadi Teladan
Dulu Dicopot Karena Tahanan Kabur, Kini Kapolres Langkat Dituding Tutup Mata atas Skandal Besar!

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 06:45 WIB

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun

Kamis, 9 April 2026 - 09:28 WIB

“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:33 WIB

Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:10 WIB

Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja

Sabtu, 22 November 2025 - 17:28 WIB

Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU

Berita Terbaru