Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja

- Pewarta

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

BERITA LANGKAT – Di tengah air bah yang belum juga surut dan masih merendam rumah-rumah warga di Kabupaten Langkat, satu ironi kembali menampar logika publik: 46 dari 50 anggota DPRD Langkat memilih pergi kunjungan kerja. 

Ya, hampir seluruh wakil rakyat meninggalkan daerah pemilihannya – bahkan saat ribuan warganya tengah membutuhkan kehadiran mereka yang paling dasar: peduli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara sebagian warga masih mengungsi, jaringan listrik belum stabil, dan distribusi bantuan tersendat, para legislator justru sibuk berkemas untuk bertolak ke Kabupaten Karo, Deli Serdang, dan Provinsi Riau. 

Alasan? Hingga kini tidak jelas. 

Ketika dikonfirmasi media, Sekretaris Dewan Basrah Perdomuan hanya memberi jawaban sepotong: 46 anggota berangkat kunker. Pertanyaan tentang agenda, urgensi, dan siapa saja yang ikut, menggantung tanpa jawaban, seolah rahasia negara.

Baca Juga:  Buah Simalakama Bawaslu Jakarta Selatan

Fenomena ini bukan sekadar absensi moral; ini adalah pengkhianatan terhadap mandat konstitusional. Wakil rakyat seharusnya berada di barisan terdepan ketika bencana melanda daerahnya. 

Mereka bukan hanya pembuat anggaran dan pengawas eksekutif, tetapi juga seharusnya menjadi penopang moral masyarakat di saat krisis. Namun, alih-alih mengunjungi daerah banjir, mereka justru memilih jalur wisata kedinasan.

Banjir yang merendam Langkat sejak akhir November telah memicu kepanikan: warga terisolasi, akses logistik tersendat, bantuan tak merata, hingga muncul aksi penjarahan. Dalam situasi ini, publik berhak bertanya: Siapa sebenarnya yang sedang bekerja untuk rakyat?

Di saat ribuan warga menunggu kedatangan wakilnya, para legislator justru absen. Bukan absen sehari atau dua hari, tetapi secara kolektif, seolah tak ada urgensi untuk menunda perjalanan demi hadir bersama konstituen. 

Baca Juga:  Mendagri Diminta Tertibkan Pj Kepala Daerah yang Cawe-cawe di Pilkada 2024

Di banyak daerah, wakil rakyat justru ikut mendistribusikan bantuan, meninjau titik banjir, atau bahkan menjadi jembatan informasi antara warga dan pemerintah. Di Langkat, mayoritas justru memilih pergi.

Editorial ini perlu menegaskan: kunker di tengah bencana adalah kesalahan etis sekaligus politis.

Jika DPRD Langkat merasa perjalanan itu penting, mereka harus menjelaskan kepada publik secara terang dan rinci apa urgensinya. Jika tidak ada alasan yang masuk akal, maka perjalanan ini tidak lebih dari moral hazard yang dibiayai uang rakyat.

Sikap ini memperpanjang daftar kekecewaan masyarakat terhadap para pejabat Langkat yang berkali-kali gagal membaca suasana batin publik. 

Pemerintah daerah sudah dinilai lamban menangani banjir; kini legislatif ikut-ikutan menghilang. Sementara itu, warga terus menunggu: kapan para pemimpinnya berhenti pergi dan mulai hadir? (rel/rhm)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Rocky Gerung Tantang Pengkritiknya soal Wantimpres: Tunggu 10 Tahun, Kalian Bakal Minta Maaf!
Pernah Dipecat PDIP, Bobby Nasution Kini Tegaskan Bertahan di Gerindra

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB