Belajar Bahasa Inggris Tanpa Bosan, Dosen Helvetia Terapkan Metode “English Around Us” di SD Amanah I

- Kontributor

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Dosen Institut Kesehatan Helvetia Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Kali ini, tim dosen menghadirkan program edukatif bertajuk “English Around Us” di Perguruan Tahfizh Qur’an SD Amanah I untuk menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris sejak usia dini. Jum’at (24/7).

Kegiatan yang menyasar siswa kelas II sekolah dasar ini dipimpin oleh Mariana, S.Pd.I., M.Hum. bersama tim dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia Medan.

Program tersebut mengusung konsep pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di lingkungan sekolah sebagai media belajar.

Tim PkM terdiri atas Mariana, S.Pd.I., M.Hum. (Ketua), Rudi Purwana, S.Pd.I., M.Hum., Ani Deswita Chaniago, S.Pd., M.Hum., Horia Siregar, S.Pd., M.Hum., serta dua mahasiswa, Novita Sari Saragih dan Renita L. Siahaan.

Mariana menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi keilmuan dosen kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dasar.

Menurutnya, pembelajaran bahasa Inggris akan lebih mudah diterima anak apabila dikaitkan langsung dengan lingkungan yang akrab bagi mereka.

Baca Juga:  Dosen dan Mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia Sosialisasikan BPJS dan Asuransi Komersial di Deli Tua

“Anak-anak akan lebih cepat memahami bahasa Inggris ketika mereka belajar melalui benda-benda yang setiap hari mereka lihat dan gunakan. Kami ingin mereka merasa bahwa bahasa Inggris itu dekat, mudah, dan menyenangkan,” ujar Mariana.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan berbagai kosakata sederhana seperti book, pencil, ruler, eraser, bag, chair, table, door, window, hingga whiteboard.

Berbeda dengan metode pembelajaran konvensional, seluruh kosakata diperkenalkan melalui benda asli yang berada di ruang kelas sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

Agar proses belajar berlangsung lebih interaktif, tim PkM menerapkan metode See – Say – Play – Practice. Pada tahap awal, siswa diajak mengenali berbagai benda di sekitar mereka, kemudian mengucapkan nama benda tersebut dalam bahasa Inggris sambil berlatih pelafalan.

Suasana belajar semakin hidup ketika peserta mengikuti berbagai permainan edukatif. Siswa diminta mencari benda sesuai instruksi dalam bahasa Inggris, seperti menunjukkan book, bag, atau chair, sehingga mereka belajar sambil bergerak dan bermain.

Setelah itu, siswa mulai diperkenalkan pada penggunaan kalimat sederhana, seperti menjawab pertanyaan “What is this?” dengan pola “This is a book”, “This is a pencil”, dan berbagai ungkapan dasar lainnya.

Baca Juga:  Dosen Institut Kesehatan Helvetia Tanam Pohon di Deli Serdang, Gaungkan Gerakan Indonesia Sehat

Pendekatan tersebut bertujuan agar anak tidak hanya menghafal kosakata, tetapi mulai terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sederhana.

Menurut Mariana, pendekatan pembelajaran yang interaktif jauh lebih efektif dalam membangun keberanian anak untuk belajar bahasa asing dibandingkan metode hafalan semata.

“Kami lebih menekankan pengalaman belajar yang menyenangkan. Anak-anak diajak aktif bertanya, menjawab, bermain, dan mempraktikkan secara langsung sehingga rasa percaya diri mereka tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa tampak aktif mengikuti permainan, berani mengucapkan kosakata baru, serta saling berlomba menunjukkan benda sesuai instruksi yang diberikan tim dosen.

Melalui program English Around Us, Institut Kesehatan Helvetia Medan berharap dapat menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris sejak dini sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia pendidikan dasar.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pembelajaran bahasa Inggris dapat dilakukan dengan cara sederhana, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Mahasiswa UDA Gelar Demo, Soroti Status Akreditasi hingga Dugaan Pungutan Rp2 Juta
Wajah Baru SMAN 21 Medan: Di Bawah Komando Teti Dian Sari, dari Benahi Sanitasi Hingga Buka Kelas Unggulan
Kemdiktisaintek Pulihkan Status STKIP Al Maksum Langkat Usai Evaluasi dan Perbaikan
85 Pramuka Langkat Siap Bawa Nama Daerah di Jambore Nasional XII 2026
Disdik Langkat Bantah Kebijakan Medsos Sekolah Abaikan Perlindungan Data Anak
RCW Desak Aparat Usut Dugaan Penyusutan Lahan Hibah Negara Universitas Amir Hamzah
Ahli Waris Tengku Amir Hamzah Desak Transparansi Yayasan Universitas Amir Hamzah di Tengah Polemik Lahan

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Mahasiswa UDA Gelar Demo, Soroti Status Akreditasi hingga Dugaan Pungutan Rp2 Juta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Wajah Baru SMAN 21 Medan: Di Bawah Komando Teti Dian Sari, dari Benahi Sanitasi Hingga Buka Kelas Unggulan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Kemdiktisaintek Pulihkan Status STKIP Al Maksum Langkat Usai Evaluasi dan Perbaikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:17 WIB

85 Pramuka Langkat Siap Bawa Nama Daerah di Jambore Nasional XII 2026

Berita Terbaru