Amril dan Simbol Kekuasaan Terpusat di Langkat

- Kontributor

Kamis, 24 Juli 2025 - 08:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday) Ada yang tak wajar namun dibiarkan. Ada yang terang namun seolah dilihat gelap. Itulah yang terjadi hari ini di tubuh Pemerintah Kabupaten Langkat. Di tengah semangat transparansi, partisipasi, dan meritokrasi, muncul satu nama yang mencolok karena terlalu banyak menguasai posisi strategis.

Ya, H. Amril, S.Sos., M.AP.

Beliau kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), sebuah jabatan karier tertinggi dalam struktur birokrasi sipil daerah. Tapi belum cukup sampai di situ. Nama Amril juga tersemat sebagai Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirta Wampu, Ketua LPTQ Kabupaten Langkat, dan terbaru: Komisaris Utama BUMD Langkat Setia Negeri (Perseroda).

Bukan satu, bukan dua, melainkan empat jabatan strategis dan “berduit” yang digenggam satu tangan.

Logika Politik: Sentralisasi Kuasa, Dekadensi Etika

Dalam politik, akumulasi kekuasaan adalah indikator awal dari oligarki. Jika dalam perusahaan swasta seorang CEO memonopoli keputusan, itu bisa diterima dalam logika pasar. Tapi ketika di pemerintahan, satu orang menguasai posisi yang memiliki kontrol administratif, pengawasan keuangan, pengelolaan keagamaan, hingga arah bisnis daerah itu bukan profesionalisme, tapi kerakusan yang dilegalkan.

Baca Juga:  Membaca Ulang Ekonomi Pertanian Kabupaten Langkat: Potensi Besar yang Masih Tertidur

H. Amril seolah menjadikan jabatan sebagai koleksi pribadi, bukan amanah yang harus dibagi. Ia bukan hanya tokoh birokrasi, tetapi juga sudah menjelma menjadi pusat kekuasaan informal di balik keputusan-keputusan penting daerah.

Padahal, dalam prinsip demokrasi lokal dan otonomi daerah, jabatan publik harus disebarkan, dibagi, dan dikontrol. Bukan dikumpulkan dalam satu tangan, apalagi hanya demi gaji, insentif, dan pengaruh.

Kritik Tajam: Dimana Moralitas Birokrasi Kita?

Pertanyaan penting yang harus dijawab:

  • Apakah Langkat kekurangan SDM berkualitas?
  • Apakah hanya satu nama yang layak duduk di setiap jabatan strategis?
  • Atau, ini adalah bentuk “sistem teman sendiri”, di mana loyalitas lebih utama daripada kompetensi?

Jika pejabat birokrasi sudah bertindak seperti elit politik yang mengincar semua posisi basah, maka kita tidak sedang membangun pemerintahan, tapi sedang menyuburkan feodalisme gaya baru. Pemerintahan semestinya mengayomi banyak, bukan memuaskan segelintir.

Baca Juga:  Walk Out Gubernur Sumut Jadi Sorotan, PERMADA: Jangan Abaikan Mekanisme Hukum

Dan ketika Sekda ikut menjadi Komisaris Utama BUMD, lalu siapa yang akan mengawasi kinerja BUMD? Bagaimana publik bisa percaya terhadap akuntabilitas, jika semua posisi pengambil kebijakan dipegang oleh orang yang sama?

Ini bukan tentang Amril saja. Ini tentang kegagalan sistem yang membiarkan jabatan menjadi rebutan elite birokrasi, tanpa ada kontrol dari legislatif, media, maupun masyarakat sipil.

Jabatan Bukan Milik Keluarga, Apalagi Pribadi

Jika jabatan terus ditumpuk oleh satu orang, maka publik kehilangan ruang keterwakilan. Dan ketika publik tidak lagi memiliki akses terhadap ruang-ruang pengambilan keputusan, maka demokrasi hanya tinggal papan nama.

H. Amril mungkin punya kapasitas. Tapi saat kapasitas menjelma menjadi kerakusan, maka kita sedang menonton degradasi moral birokrasi -bukan kepemimpinan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momen Wakil DPRD Langkat Ajai Ismail Tepuk Meja Saat RDP, Suasana Memanas
RDP DPRD Langkat Memanas, HIMMAH Soroti Arogansi dan Krisis Kemandirian Fiskal
Sah! Pemkab dan DPRD Langkat Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD TA 2026
Margono Djojohadikusumo: Kakek Prabowo, Pendiri BNI yang Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hasto Kristiyanto Hadirin Peletakan Batu Pertama Kantor PDI Perjuangan Samosir
Hasto di Samosir: Indonesia Rumah Bersama, Danau Toba Harus Dijaga untuk 100 Tahun ke Depan
Pangkalan Brandan Lautan Api: Ketika Rakyat Langkat Membakar Kilang Minyak demi Mempertahankan Kemerdekaan
Tiorita Minta OPD Langkat Percepat Realisasi Anggaran, Program Harus Berdampak ke Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Momen Wakil DPRD Langkat Ajai Ismail Tepuk Meja Saat RDP, Suasana Memanas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:02 WIB

RDP DPRD Langkat Memanas, HIMMAH Soroti Arogansi dan Krisis Kemandirian Fiskal

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Sah! Pemkab dan DPRD Langkat Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD TA 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Margono Djojohadikusumo: Kakek Prabowo, Pendiri BNI yang Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Hasto Kristiyanto Hadirin Peletakan Batu Pertama Kantor PDI Perjuangan Samosir

Berita Terbaru