Hasto di Samosir: Indonesia Rumah Bersama, Danau Toba Harus Dijaga untuk 100 Tahun ke Depan

- Pewarta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Samosir, Langkatoday.com – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Samosir untuk terus merawat Indonesia sebagai rumah bersama dengan membumikan nilai-nilai agama, Pancasila, kemanusiaan dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Hasto dalam Silaturahmi Kebangsaan bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Samosir di Hotel Grand Dainang, Kabupaten Samosir, Sabtu (15/8).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Hasto bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat dan rombongan ke Kabupaten Samosir.

Sebelum menghadiri silaturahmi kebangsaan, rombongan juga menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir.

Dalam pertemuan tersebut, Hasto menekankan pentingnya menjadikan agama sebagai sumber nilai dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

Menurutnya, kehidupan beragama tidak semestinya berhenti pada ritual dan doa, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama serta keberanian memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

“Doa itu penting sebagai spiritualitas bagi kita, tapi doa harus membumi, doa harus menjadi amal kemanusiaan, doa harus menciptakan karya,” ujar Hasto.

Hasto kemudian menceritakan pengalaman spiritual yang dijalaninya selama berada di dalam penjara. Ia mengaku banyak membaca kisah para nabi dan kitab suci dari berbagai tradisi agama.

Pengalaman tersebut, menurutnya, justru mempertemukannya dengan banyak tokoh agama dan membuka ruang dialog mengenai nilai-nilai universal yang terdapat dalam berbagai ajaran keagamaan.

Ia menilai hampir setiap agama mengajarkan nilai kemanusiaan, pengampunan, perjuangan menghadapi ujian serta keberpihakan kepada kebenaran.

Karena itu, perbedaan agama maupun keyakinan seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling mempertentangkan, melainkan menjadi kekuatan moral untuk membangun kehidupan bersama.

Baca Juga:  Diduga Libatkan Pejabat, Tokoh Sumut Desak Usut Tuntas Aliran Dana Rp1,7 Miliar di Kasus Percaloan Tirtanadi

Hasto juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mengelola keberagaman.

Menurutnya, perjumpaan berbagai budaya, agama dan tradisi telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Nusantara hingga melahirkan Pancasila sebagai titik temu kehidupan berbangsa.

“Indonesia ini dibangun untuk semua, bukan untuk satu kelompok tertentu,” tegas Hasto.

Ia mengatakan, menjaga kebebasan beragama juga bukan semata-mata perjuangan kelompok agama tertentu. Hal tersebut merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa untuk memastikan setiap warga mendapatkan hak konstitusionalnya.

Hasto pun mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi teladan dalam merawat persatuan, terutama ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, ketimpangan, kerusakan lingkungan dan ketidakadilan.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga membawa pembicaraan pada persoalan yang sangat dekat dengan masyarakat Samosir, yakni masa depan Danau Toba.

Menurutnya, Danau Toba bukan sekadar destinasi wisata, melainkan mahakarya alam sekaligus warisan yang harus dijaga lintas generasi.

Ia mengajak masyarakat dan pemerintah daerah mulai membayangkan kondisi Samosir hingga 100 tahun mendatang.

“Ke depan mari kita beri imajinasi 100 tahun ke depan Samosir ini bagaimana. Ini harus ada tata ruang. Mana tempat-tempat pertanian yang harus kita lindungi, tempat untuk wisata yang harus kita jaga kelestariannya, sungai-sungai sebagai jalan peradaban, hutan-hutan yang hijau sebagai sumber oksigen kehidupan, semua sekitar jaga,” katanya.

Menurut Hasto, pembangunan kawasan Danau Toba tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi jangka pendek.

Tata ruang, kawasan pertanian, hutan, sungai, permukiman, pariwisata hingga ruang publik harus dirancang secara seimbang agar pembangunan tidak mengorbankan lingkungan.

Baca Juga:  Misteri Kematian Mahasiswa Unnes, Dugaan Penganiayaan hingga Kecelakaan

Persoalan sampah, pendangkalan, transportasi dan kelestarian ekosistem juga dinilai harus menjadi perhatian serius.

Hasto juga menyoroti pengembangan pariwisata Danau Toba.

Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Masyarakat Samosir, kata dia, harus dipersiapkan menjadi pelaku utama industri pariwisata, bukan sekadar menjadi penonton.

Peningkatan keterampilan, penguasaan bahasa asing, pengetahuan mengenai budaya serta potensi alam menjadi bagian penting agar masyarakat mampu mengambil manfaat ekonomi dari berkembangnya sektor pariwisata.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang mempertemukan berbagai elemen masyarakat Samosir dalam semangat kebangsaan.

Ia menyebut hadirnya tokoh agama dan masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Samosir.

“Di sini berkumpul yang disebut dengan kebangsaan. Dari berbagai unsur masyarakat, ada yang HKBP, ada yang Katolik, ada sahabat, ada masyarakat petani, semua lengkap,” ujar Rapidin.

Menurutnya, silaturahmi lintas kelompok penting untuk memperkuat komunikasi sekaligus menjaga kebersamaan di tengah keberagaman.

Menutup pertemuan, Hasto mengajak masyarakat Samosir tidak menjadikan perbedaan pilihan politik, agama, suku maupun latar belakang sebagai alasan untuk saling menjauh.

Ia menyerukan agar semangat kebangsaan diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama keberpihakan kepada masyarakat miskin, kelompok terpinggirkan dan mereka yang mengalami ketidakadilan.

“Dari Samosir ini mari kita gelorakan semangat untuk memuliakan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari, memperjuangkan keadilan dan juga kebenaran dengan berpihak kepada yang miskin, yang terpinggirkan, dan yang diperlakukan tidak adil,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 13 Dirawat
Sebelum Dicopot, Purbaya Mau Sikat Perusahaan Asing yang Hina Aturan RI
Ustadz Maulana Ceramah di Karo Bermunajat: Maknai Pilar, Isi dan Tujuan Kehidupan
Sebut Islam “Radikal”, Dewan Pendidikan Texas Sahkan Kurikulum Studi Sosial Baru yang Menuai Kecaman
Laporkan Blue Night ke Bobby Nasution, Tiorita Minta Pemprov Sumut Perkuat Penertiban THM di Sei Bingai
Erupsi Sinabung, 208 KK atau 650 Jiwa Mengungsi di Karo
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:39 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 13 Dirawat

Selasa, 15 September 2026 - 10:40 WIB

Sebelum Dicopot, Purbaya Mau Sikat Perusahaan Asing yang Hina Aturan RI

Selasa, 15 September 2026 - 03:14 WIB

Ustadz Maulana Ceramah di Karo Bermunajat: Maknai Pilar, Isi dan Tujuan Kehidupan

Kamis, 10 September 2026 - 14:08 WIB

Sebut Islam “Radikal”, Dewan Pendidikan Texas Sahkan Kurikulum Studi Sosial Baru yang Menuai Kecaman

Rabu, 9 September 2026 - 05:56 WIB

Laporkan Blue Night ke Bobby Nasution, Tiorita Minta Pemprov Sumut Perkuat Penertiban THM di Sei Bingai

Terbaru

Sajian Khusus

Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:36 WIB