Seleksi PPPK Kabupaten Langkat, Kedzaliman Kadis Pendidikan dan Kepala BKD Langkat

- Pewarta

Kamis, 18 Januari 2024 - 11:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday) – Permasalahan pada seleksi PPPK Kabupaten Langkat terkait penilaian SKTT (Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan) tak kunjung selesai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asumsi adanya kecurangan semakin menguat ketika pertanyaan bagaimana mekanisme dan landasan untuk memberikan nilai pada SKTT.

Di beberapa pertemuan secara langsung maupun dari pemberitaan di media terhampar banyak pertanyaan terkait hal ini, namun Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKD Langkat tetap tidak mampu mengungkapkan landasan penilaian SKTT tersebut.

Dalam hal ini SKTT adalah seleksi tambahan yang opsional dimana penyelenggara lokal boleh melakukan seleksi ini atau tidak, dan Kabupaten Langkat memutuskan untuk melaksanakan SKTT.

Disinilah kerancuan persoalan SKTT sudah mulai terlihat, ketika surat edaran Plt Bupati Langkat dibantahkan oleh surat edaran kepala BKD.

Pada surat edaran Plt Bupati Langkat Nomor: 810-2187/BKD/2023 tanggal 19 September 2023 tidak menyertakan SKTT pada timelinenya, sementara surat edaran dari Kepala BKD Nomor: 2772/BKD/2023 tanggal 15 Desember 2023 terdapat SKTT pada timelinenya;

Surat edaran Plt Bupati Langkat (kiri) dan Surat edaran BKD Langkat (kanan)

Keputusan Kabupaten Langkat untuk melaksanakan SKTT ini maka secara otomatis menjadikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKD Langkat menjadi penguji dan bagaimana penilaian mereka terhadap guru-guru adalah hak priogratif mereka.

Dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nomor 298/M/2023 terdapat 10 Pokok Substansi Pengamatan Perilaku Profesionalisme Guru yang menjadi penilaian yaitu;

  1. Kematangan Moral dan Spritual
  2. Kematangan Emosional
  3. Keteladanan
  4. Komunikasi
  5. Keaktifan dalam Organisasi Profesi
  6. Kedisiplinan
  7. Tanggung Jawab
  8. Perilaku Inklusif
  9. Kepedulian terhadap Perundungan
  10. Kerja sama dan Kolaborasi
Baca Juga:  Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode

Bobot penilaian pada masing-masing aspek ini ialah 9 poin maka dari itu nilai maksimal dari kesepuluh aspek ini ialah 90 dari satu penilai, yang menjadi penilai ada dua pihak yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKD maka dari itu nilai maksimal dari seluruh poin ialah 90 dikali 2 penilai yaitu 180 dan total dari kedua penilai ini dikalikan 0,75 sehingga didapati nilai maksimal keseluruhannya ialah 135.

Kerancuan kembali muncul sebab sangat banyak peserta seleksi PPPK mendapatkan nilai akhir seleksi SKTT yang diumumkan pada masing-masing akun mereka tidak lebih dari 25 bahkan ada yang mendapatkan nilai 15 poin yang berarti guru-guru tersebut mendapatkan nilai tidak lebih dari 1 s/d 5 poin pada masing-masing aspek.

Peserta yang yang mendapatkan nilai rendah pada SKTT banyak yang mendapatkan nilai tinggi pada seleksi CAT dan masuk dalam perankingan untuk masing-masing formasi namun dengan ditambahkan nilai SKTT maka ranking dari peserta ini merosot jauh kebawah.

Salah satu peserta berinisial IS yang menunjukkan nilai CAT nya 364 dan nilai SKTT nya hanya 15,75 sedangkan peringkat 2 sampai peringkat 6 mendapati nilai SKTT maksimal 135, diantara peringkat 2 dan 6 ini terdapat peserta dengan nilai CAT berada dibawah IS yaitu 329, dan banyak data-data yang lain terkait ini, maka dari itu para guru-guru peserta PPPK Kabupaten Langkat melakukan aksi untuk mempertanyakan landasan fikir dari penilaian Kepala Dinas Pendidikan dan BKD Kabupaten Langkat terkait SKTT ini sebab penilain SKTT ini bersikap subjektif dan sarat akan praktek KKN dikarenakan penilaian mutlak ada di tangan Kepala Dinas dan Kepala BKD.

Baca Juga:  Seleksi PPPK Kabupaten Langkat Batal?

Setelah mencoba menelaah dasar penilaian ini, jika dinilai dari kualitas dan kinerja dari 200-an guru ini terdapat orang-orang yang berprestasi, jika dinilai dari masa mengabdi dari 200-an guru ini banyak yang telah mengabdi belasan tahun dan aneh rasanya jika guru dengan nilai SKTT tinggi yang notabenenya banyak yang mengabdi kurang dari 5 tahun.

Para guru telah mencoba menelaah dan mendalami landasan penilaian yang telah diberikan oleh Kadis Pendidikan dan Kepala BKD Langkat, namun para guru menemukan banyak kerancuan pada penilaian SKTT ini dan menyadari bahwa mereka tidak tidak seharusnya diberikan nilai serendah itu.

Dapat diasumsikan bahwa guru-guru ini dengan nilai 15-25 adalah guru-guru yang sangat rendah moralnya, rendah religiusnya dan rendah aspek profesional lainnya.

Inilah alasan yang membuat para guru mencari kejelasan terkait landasan fikir penilaian SKTT, namun telah ditekankan berkali-kali bahwa Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKD Langkat tidak memberikan jawaban sama sekali, guru-guru merasa terzalimi.

Penulis: Chairul Ahmad

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Ribu Orang Menganggur di Langkat, Lulusan SMA Terbesar
Tiga Bulan Tiorita: Dari Jalan Rusak hingga Penguatan Ekonomi, Pemerintahan Langkat Terus Bergerak
Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode
Ketika Bendahara Terlalu Banyak Bicara
Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi
HTML: Tulang Punggung Website Modern
Taktik ‘Siram-Menyiram’ di Langkat: Rahasia Sukses Bikin Suara Kritis Mendadak Serak
Merdeka yang Tertunda: Refleksi Kritis atas Makna Kemerdekaan Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:50 WIB

33 Ribu Orang Menganggur di Langkat, Lulusan SMA Terbesar

Selasa, 22 September 2026 - 19:28 WIB

Tiga Bulan Tiorita: Dari Jalan Rusak hingga Penguatan Ekonomi, Pemerintahan Langkat Terus Bergerak

Rabu, 16 September 2026 - 14:36 WIB

Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode

Rabu, 16 September 2026 - 11:58 WIB

Ketika Bendahara Terlalu Banyak Bicara

Sabtu, 12 September 2026 - 07:07 WIB

Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB