Pasukan Perdamaian Indonesia Segera Bertolak ke Gaza: Bagian dari Rencana Transisi Donald Trump

- Pewarta

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Fase baru penyelesaian konflik di Jalur Gaza mulai memasuki tahap krusial. Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa pasukan internasional dijadwalkan mulai dikerahkan ke wilayah konflik tersebut pada 1 Mei 2026 mendatang sebagai bagian dari fase lanjutan rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Yang menjadi sorotan dunia, Indonesia disebut akan memegang peranan utama dengan mengirimkan kontingen terbesar, yakni sekitar 5.000 tentara, bergabung bersama pasukan dari Maroko, Kazakhstan, Albania, dan Kosovo.

Misi di “Garis Kuning” dan Wilayah Rafah

Berdasarkan laporan tersebut, pasukan internasional ini awalnya akan ditempatkan di sekitar kota Palestina baru yang dibangun dengan dukungan Uni Emirat Arab (UEA) di wilayah Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran mereka kemudian akan diperluas ke area yang dikenal sebagai “Garis Kuning”. Ini merupakan batas sementara yang memisahkan zona kontrol militer Israel dengan wilayah pemukiman warga Palestina, sesuai dengan perjanjian gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Baca Juga:  Bukan Setop MBG, Prabowo Pilih Penerapan WFH dan Pengurangan Hari Kerja untuk Antisipasi Krisis BBM

Tugas Pasukan Stabilisasi Internasional

Sesuai dengan struktur pemerintahan transisi yang diumumkan Gedung Putih pada Januari lalu, pasukan stabilisasi ini memiliki mandat berat, di antaranya:

  • Keamanan Wilayah: Mengawasi operasi keamanan harian di Gaza.
  • Demiliterisasi: Melucuti senjata kelompok-kelompok bersenjata di dalam wilayah transisi.
  • Logistik Kemanusiaan: Memastikan distribusi bantuan pangan dan material rekonstruksi berjalan lancar tanpa hambatan.
  • Rekonstruksi: Mengawal pembangunan kembali infrastruktur sipil Gaza yang 90% hancur dengan estimasi biaya mencapai Rp 1.187 Triliun.

Sikap Tegas Presiden Prabowo Subianto

Meskipun Indonesia siap mengirimkan ribuan personel TNI sebagai pasukan perdamaian, Pemerintah RI tetap memegang teguh prinsip diplomasi bebas aktif. Pada 6 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia di hadapan para ulama di Istana Kepresidenan Jakarta.

Baca Juga:  Simpang Siur Pengiriman TNI ke Gaza: Media Israel Sebut Tetap Jalan, Jakarta Tegaskan "On Hold"

Indonesia mengancam akan menarik diri dari Dewan Perdamaian jika lembaga internasional bentukan rencana Trump tersebut gagal mendukung penuh kemerdekaan Palestina yang berdaulat. Langkah ini menegaskan bahwa kehadiran pasukan TNI di Gaza murni untuk misi kemanusiaan dan perdamaian, bukan untuk melegitimasi pendudukan jangka panjang.

Persiapan Matang di Yordania

Sebelum memasuki zona konflik, ratusan pasukan asing dilaporkan akan menjalani pelatihan intensif di Yordania pada bulan depan. Selain itu, delegasi militer dari negara peserta, termasuk Indonesia, diperkirakan akan tiba di Israel dalam dua pekan ke depan untuk melakukan survei lokasi (pengintaian) guna memastikan keamanan jalur pengerahan pasukan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Rocky Gerung Tantang Pengkritiknya soal Wantimpres: Tunggu 10 Tahun, Kalian Bakal Minta Maaf!

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB