Kasus Korupsi Smartboard Tebing Tinggi Memanas: Eks Plt Wali Kota Diperiksa Diam-diam, Kejatisu Didemo Pekan Depan

- Kontributor

Senin, 16 Februari 2026 - 07:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan papan tulis interaktif (smartboard) di lingkungan SMP Negeri se-Kota Tebing Tinggi tahun anggaran 2024 memasuki babak baru. Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) diketahui telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Plt Wali Kota Tebing Tinggi, Muttaqin Hasrimi, sebagai saksi.

Pemeriksaan yang terkesan jauh dari sorotan kamera ini pun memantik kritik keras dari aktivis antikorupsi yang mencium adanya aroma ketidakterbukaan dalam penanganan perkara tersebut.

Kejatisu Akui Pemeriksaan Eks Plt Wali Kota

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejatisu, Rizaldy SH. MH, membenarkan bahwa pihak kejaksaan telah memanggil dan memeriksa mantan pejabat nomor satu di Tebing Tinggi tersebut pada akhir November 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, yang bersangkutan sudah kita periksa sebagai saksi pada akhir bulan November 2025 yang lalu. Dan sampai saat ini belum ada tersangka tambahan,” terang Rizaldy kepada awak media, pekan lalu.

WAR: “Jangan Ada yang Ditutup-tutupi”

Kabar pemeriksaan diam-diam ini direspon sengit oleh Ketua Wahana Aspirasi Rakyat (WAR), Nugraha Nasution. Ia menyayangkan sikap Kejatisu yang dinilai tertutup mengenai perkembangan kasus yang merugikan negara miliaran rupiah ini.

“Kok rasanya seperti ditutup-tutupi ya, ada apa? Plt Wali Kota itu pejabat publik dan perkara ini dugaan korupsi, jadi sudah seharusnya menjadi konsumsi publik agar transparan,” tegas Nugraha, Ahad (15/2).

Nugraha mendesak agar Kejatisu segera menetapkan tersangka baru jika bukti sudah mencukupi. Menurutnya, proyek pengadaan ini mustahil berjalan tanpa persetujuan pimpinan daerah, apalagi DPRD Tebing Tinggi dikabarkan sempat menolak usulan tersebut.

Ancaman Demonstrasi

Sebagai bentuk protes, WAR berencana mengerahkan massa untuk menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejatisu di Medan pada pekan depan. Mereka menuntut jaksa berani mengusut tuntas siapa “otak” di balik penggelembungan harga (mark-up) yang fantastis tersebut.

“Pekan depan kita akan demo Kejatisu. Kami minta segera tetapkan mantan Plt Wali Kota yang diduga menjadi bagian dari skenario ini. Kajatisu harus berani, jangan melindungi yang bersalah,” ucapnya.

Modus Mark-Up Fantastis Rp7,7 Miliar

Kasus ini bermula dari pengadaan 93 unit smartboard merk ViewSonic melalui E-Katalog. Tersangka IK (mantan Kadis Pendidikan) diduga sengaja menyalahgunakan wewenang dalam proses pengadaan tersebut.

Hasil penyidikan mengungkap selisih harga yang mencolok:

  • PT GEEP (Reseller) menjual ke Dinas Pendidikan seharga Rp110.000.000 per unit (Total Rp10,2 Miliar).
  • Padahal, barang tersebut dibeli dari principal resmi seharga hanya Rp27.027.028 per unit (Total Rp2,5 Miliar).

Terdapat selisih lebih dari Rp7,7 Miliar yang diduga menjadi kerugian negara akibat praktik mark-up. Hingga kini, penyidik terus mendalami peran para pihak untuk melengkapi konstruksi perkara sesuai Pasal 2 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ikuti WhatsApp Channel Langkatoday Follow

Berita Terkait

Kades Pasar Rawa Gebang HM Minta Maaf, Wirdatul Akmal Resmi Cabut Laporan
KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Uang Tunai Disita
Mobil Dinas RSUD Djoelham Binjai Diduga Menunggak Pajak, BPKPAD: Tidak Tercatat di Aset Pemko
MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, Denny Indrayana: Mas Gibran Mundur Deh
Yaqub Menyesal Beri Rp1 Miliar ke Ondim: Istri Sedang Hamil, Ibu Meninggal Saat Saya Ditangkap
KPK Periksa Tiga Pejabat Disdik dan Kades Ara Condong Terkait Kasus Syah Afandin
Anggota Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Terduga Pelaku Ditangkap
Tega! Marbot Masjid di Lampung Cabuli Gadis Disabilitas 5 Kali di Gudang

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:52 WIB

Kades Pasar Rawa Gebang HM Minta Maaf, Wirdatul Akmal Resmi Cabut Laporan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:23 WIB

KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Uang Tunai Disita

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Mobil Dinas RSUD Djoelham Binjai Diduga Menunggak Pajak, BPKPAD: Tidak Tercatat di Aset Pemko

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:10 WIB

MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, Denny Indrayana: Mas Gibran Mundur Deh

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Yaqub Menyesal Beri Rp1 Miliar ke Ondim: Istri Sedang Hamil, Ibu Meninggal Saat Saya Ditangkap

Terbaru

Chat via WhatsApp