Asahan, Langkatoday.com – Puluhan siswa MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, diduga mengalami keracunan setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9).
Sedikitnya 13 siswa harus menjalani perawatan di RSUD Kisaran setelah mengeluhkan mual, sakit perut, muntah hingga pusing.
MBG yang dibagikan kepada siswa tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Asahan.
Menu yang dibagikan terdiri dari ayam rendang, sayur acar, tempe sambal dan buah semangka.
Dugaan gangguan kesehatan muncul setelah pihak sekolah menemukan kondisi tidak wajar pada sebagian makanan. Salah satu lauk, yakni ayam rendang, disebut mengeluarkan aroma tidak sedap.
Operator MTsN 2 Kisaran, Rahman, mengatakan tidak seluruh siswa sempat mengonsumsi makanan tersebut. Setelah mengetahui adanya bau pada makanan, pihak sekolah segera memberikan peringatan melalui pengeras suara.
“Tidak semua sempat mengkonsumsi, karena diumumkan di pengeras suara sekolah, sehingga yang sudah lebih dulu mengkonsumsi yang kami rasa kena,” ujarnya.
Rahman juga menyebut kondisi makanan yang diterima siswa tidak seluruhnya sama.
“Ada yang bagus ada yang sudah berair gitu. Jadi sebagian itu ayamnya bau. Tapi bagaimana pun, itu nanti dari hasil laboratorium,” katanya.
13 Siswa Dirawat di RSUD Kisaran
PLT Direktur RSUD Kisaran, dr. Eka Wilda Sari, membenarkan adanya 13 siswa yang menjalani perawatan setelah mengalami keluhan usai mengonsumsi makanan di sekolah.
“Benar, ada yang awalnya 12 ini tambah satu lagi, jadi ada 13 orang siswa totalnya. Jadi awalnya habis makan mual-mual,” kata Eka.
Menurutnya, para siswa mengalami sejumlah gejala, antara lain mual, sakit perut dan pusing. Seluruh pasien kemudian dirawat untuk menjalani observasi.
“Seluruh pasien sudah kami rawat inap untuk observasi, supaya kami bisa memantau kondisi pasien yang diduga mengalami keracunan makanan,” ujarnya.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum memastikan penyebab keluhan tersebut.
“Masih kita duga. Sejauh ini kondisinya baik,” tambah Eka.
Menunggu Hasil Laboratorium
Pihak sekolah menyebut sekitar 30 siswa diduga mengalami gejala setelah mengonsumsi MBG, sementara sebagian lainnya tidak sempat menyantap makanan setelah guru menemukan adanya aroma yang tidak biasa.
Sampel makanan kini masih menunggu pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan pada para siswa.
Dengan demikian, dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan sebagai akibat makanan MBG sebelum hasil pemeriksaan laboratorium dan penelusuran dari instansi terkait keluar.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi siswa dalam program MBG.
Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat menjawab apakah terdapat masalah pada makanan, proses distribusi, penyimpanan, atau faktor lain yang menyebabkan para siswa mengalami keluhan kesehatan.
Editor : Fadli














Komentar