Jakarta, Langkatoday.com – Pernyataan keras dilontarkan Purbaya Yudhi Sadewa terkait perusahaan asing yang dinilainya meremehkan aturan di Indonesia.
Ia mengaku tersinggung setelah mendengar anggapan bahwa regulasi di Indonesia tidak perlu dipatuhi karena dapat “dibereskan” dengan membayar pihak tertentu.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat rapat bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen sebelum dirinya dicopot dari Kemenkeu oleh Prabowo, Jakarta, Senin (14/9).
“Dia bilang gini, nggak ada gunanya kita ikuti peraturan Indonesia, orang Indonesia nggak akan bisa berubah. Dibayar, selesai,” ujar Purbaya.
Ia menegaskan tidak akan memberikan kompromi terhadap praktik yang merendahkan aturan maupun berpotensi mencederai integritas tata kelola di Indonesia.
“Kita akan hantam yang gitu-gitu. Walaupun saya kelihatan ketawa-ketawa, dalam hati ‘kurang ajar!’ Jadi yang itu saya nggak ada kompromi,” tegasnya.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa dirinya tengah mendorong pembenahan di sektor perpajakan, terutama terkait cara kerja jajaran pajak dalam mengumpulkan penerimaan negara.
Menurutnya, proses pembenahan tersebut memang menimbulkan sejumlah dinamika, tetapi tetap perlu dilakukan.
“Saya sedang perbaiki di pajak juga, cara kerja mereka mengumpulkan pajak. Ada keributan sedikit-sedikit, tapi nggak apa-apa,” katanya.
Pembenahan tersebut, lanjut Purbaya, diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus menciptakan iklim persaingan usaha yang lebih adil.
Dengan aturan yang ditegakkan secara konsisten, pelaku usaha domestik diharapkan memiliki ruang yang lebih sehat untuk berkembang dan membuka lapangan pekerjaan.
Editor : Fadli














Komentar