Simpang Siur Pengiriman TNI ke Gaza: Media Israel Sebut Tetap Jalan, Jakarta Tegaskan “On Hold”

- Kontributor

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Rencana pengiriman Pasukan Nasional Indonesia (TNI) ke Jalur Gaza, Palestina, kini berada dalam pusaran informasi yang kontradiktif.

Di saat media internasional melaporkan kesiapan TNI untuk masuk ke zona konflik, Pemerintah Indonesia justru mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penangguhan seluruh agenda tersebut akibat situasi keamanan di Timur Tengah yang kian membara.

Haaretz: TNI Targetkan Pelucutan Senjata Hamas Mei 2026

Media terkemuka Israel, Haaretz, pada Rabu (18/3), merilis laporan utama yang menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap pada rencana semula. Sebanyak 500 personel TNI dikabarkan akan tiba di Gaza paling lambat Mei 2026 dengan misi spesifik: melucuti persenjataan faksi Hamas.

Namun, laporan tersebut juga mengungkap keraguan dari pihak militer Israel (IDF). Intelijen IDF memperingatkan bahwa Hamas sedang membangun kembali kekuatan tempurnya dan merekonstruksi jaringan terowongan bawah tanah lebih cepat dari perkiraan.

Klarifikasi Pemerintah RI: Semua Pembahasan Ditunda

Bertolak belakang dengan pemberitaan media Israel, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan bahwa Indonesia telah memutuskan untuk menunda pengiriman pasukan ke Gaza.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Siagakan TNI untuk Misi Perdamaian di Gaza

Keputusan ini diambil menyusul penangguhan seluruh pembahasan terkait Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza. “Semuanya di-hold (ditunda) sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Prasetyo Hadi di Jakarta, Selasa (17/3).

Juru Bicara Kemenlu, Yvonne Mewengkang, menambahkan bahwa rencana awal pengiriman 8.000 personel TNI sebagai bagian dari International Stability Force (ISF) otomatis terdampak.

Pemicu Penundaan: Perang Terbuka AS-Israel vs Iran

Alasan utama penundaan ini adalah eskalasi perang besar di Timur Tengah yang meletus sejak akhir Februari 2026. Konflik ini dipicu oleh serangan agresor Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Republik Islam Iran yang menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran beserta keluarganya.

Hingga pekan ketiga Maret 2026, situasi semakin tak terkendali:

  • Perlawanan Balasan: Iran menghujani wilayah pendudukan Israel dan pangkalan militer AS di Bahrain, Qatar, Arab Saudi, hingga Irak dengan rudal dan drone.
  • Perluasan Wilayah: Perang telah melebar hingga ke Lebanon dan wilayah Teluk Arab.
  • Krisisi Relevansi BoP: Mengingat AS (pemimpin BoP) dan Israel (anggota BoP) terlibat langsung dalam perang terbuka, misi perdamaian ke Gaza dianggap tidak relevan untuk saat ini.
Baca Juga:  Awali Tugas sebagai Plt Bupati, Tiorita Tegaskan Komitmen Antikorupsi

Kendali Nasional dan Mandat PBB

Kemenlu menegaskan bahwa setiap langkah TNI tetap berlandaskan prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif. Indonesia memastikan partisipasi dalam pengiriman pasukan perdamaian hanya akan dilakukan jika memenuhi dua syarat utama:

  • Kendali Penuh: Operasi berada sepenuhnya di bawah kendali nasional Indonesia.
  • Mandat Internasional: Harus sesuai dengan mandat Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803.

Saat ini, Pemerintah Indonesia terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah sebelum mengambil langkah strategis berikutnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momen Wakil DPRD Langkat Ajai Ismail Tepuk Meja Saat RDP, Suasana Memanas
RDP DPRD Langkat Memanas, HIMMAH Soroti Arogansi dan Krisis Kemandirian Fiskal
Sah! Pemkab dan DPRD Langkat Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD TA 2026
Margono Djojohadikusumo: Kakek Prabowo, Pendiri BNI yang Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hasto Kristiyanto Hadirin Peletakan Batu Pertama Kantor PDI Perjuangan Samosir
Hasto di Samosir: Indonesia Rumah Bersama, Danau Toba Harus Dijaga untuk 100 Tahun ke Depan
Pangkalan Brandan Lautan Api: Ketika Rakyat Langkat Membakar Kilang Minyak demi Mempertahankan Kemerdekaan
Tujuh Tentara AS Tewas Baku Hantam Sesama Mereka di Kapal Induk USS Lincoln

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Momen Wakil DPRD Langkat Ajai Ismail Tepuk Meja Saat RDP, Suasana Memanas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:02 WIB

RDP DPRD Langkat Memanas, HIMMAH Soroti Arogansi dan Krisis Kemandirian Fiskal

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Sah! Pemkab dan DPRD Langkat Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD TA 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Margono Djojohadikusumo: Kakek Prabowo, Pendiri BNI yang Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Hasto Kristiyanto Hadirin Peletakan Batu Pertama Kantor PDI Perjuangan Samosir

Berita Terbaru