Kita Terima, Tapi Tak Lupa

- Kontributor

Rabu, 30 Juli 2025 - 08:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday)Dalam dinamika seleksi Komisaris dan Direksi BUMD Langkat Setia Negeri, publik tidak bisa menutup mata dari berbagai tanda tanya besar yang muncul sepanjang proses. Mulai dari perubahan nama Ketua Panitia Seleksi yang berujung menjadi peserta, hingga figur-figur ASN aktif dan pejabat dengan jabatan bertumpuk yang kembali diloloskan sebagai komisaris – semua ini terekam jelas dalam nalar kritis publik.

Kita tahu, tak semua hal bisa dibuktikan secara hukum. Namun, logika publik tak bisa dibungkam. Ketika prosedur terlihat dilompati, dan ketika jabatan publik diolah sedemikian rupa agar bisa menyentuh posisi strategis di BUMD. Maka sesungguhnya yang sedang diuji bukan hanya aturan, tetapi etika dan integritas para penyelenggara negara, dari pusat hingga daerah.

Baca Juga:  Program Makanan Bergizi Gratis di Langkat Perlu Evaluasi Serius

Bisa saja sebagian dari kita menerima, entah karena sudah lelah bersuara atau karena sudah terbiasa disuguhi drama yang sama. Tapi satu hal pasti: publik tidak melupakan. Setiap preseden yang ditolerir hari ini akan menjadi legitimasi bagi pelanggaran yang lebih besar di masa depan.

Kita tidak sedang menolak hadirnya BUMD. Kita justru mendukung keberadaannya, asal dikawal dengan transparansi, akuntabilitas, dan meritokrasi yang sehat. Karena kalau sejak awal prosesnya sudah mencederai kepercayaan publik, bagaimana mungkin perusahaan ini akan tumbuh membawa keuntungan bagi daerah?

Baca Juga:  Khitbah Nikah (Lamaran Sebelum Pernikahan)

Ya, mungkin inilah “cara bermain” para pengatur negeri ini dari pusat hingga ke pelosok negeri. Tapi kita hanya masyarakat biasa, jurnalis independen, dan warga Langkat yang masih punya nurani, berhak untuk terus menyalakan cahaya di ruang-ruang yang gelap itu. Kita bukan pembenci pemerintah. Kita adalah pengingatnya.

Dan kepada mereka yang hari ini berhasil duduk di kursi empuk BUMD:
Semoga jabatan itu bukan hanya ladang kuasa, tapi ladang pertanggungjawaban. Karena kekuasaan yang lahir dari cara-cara abu-abu, akan selalu membawa bayangan panjang di belakangnya.

Mengawal yang tak mau diawasi, menyuarakan yang tak ingin dibicarakan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun
“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat
Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah
Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja
Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU
Alun-Alun Stabat yang Berubah Jadi Kolam, Cermin Buram Tata Kota Langkat
Ketika Wakil Rakyat Lupa Menjadi Teladan
Dulu Dicopot Karena Tahanan Kabur, Kini Kapolres Langkat Dituding Tutup Mata atas Skandal Besar!

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 06:45 WIB

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun

Kamis, 9 April 2026 - 09:28 WIB

“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:33 WIB

Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:10 WIB

Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja

Sabtu, 22 November 2025 - 17:28 WIB

Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU

Berita Terbaru