Erdogan WO, Pengamat: Prabowo Terlalu Menggurui Soal Dukung Palestina

- Kontributor

Kamis, 26 Desember 2024 - 22:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday) Pengamat Timur Tengah Smith Alhadar menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam forum KTT Developing Eight (D-8) yang menyerukan persatuan negara-negara Islam memang bagus. Namun, Prabowo terkesan mengurui dan abai terhadap apa yang telah dilakukan negara-negara tersebut.

“Hanya saja terkesan Prabowo menggurui dan abai bahwa sesungguhnya seluruh negara Islam, khususnya negara-negara Timur Tengah, termasuk Turki, Iran, dan Mesir, sudah cukup keras mengecam Israel,” kata Smith seperti dilansir dari laman Media Indonesia, Kamis (26/12).

Bahkan, Turki menghentikan kerja sama ekonomi dengan Israel dan ikut bergabung dengan Afrika Selatan yang menuduh Israel melakukan genosida di hadapan Mahkamah Internasional (ICJ).

“Sementara apa yang dilakukan RI dipandang belum seberapa ketimbang apa yang sudah dilakukan negara-negara D-8, khususnya Turki, Iran, dan Mesir. Jadi, bisa dipahami bila ada pemimpin yang tersinggung, lalu walkout,” paparnya.

Smith menambahkan Iran sendiri dua kali melancarkan serangan besar ke Israel. Sementara Mesir terus berusaha meloloskan gencatan senjata Hamas-Israel.

Baca Juga:  Plt Bupati Langkat Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD, Pembahasan Ranperda Masuk Tahap Pansus

“Prabowo sendiri (kalau saya tidak salah) tidak mengecam Israel dan hanya menyerukan persatuan negara-negara Islam,” lanjutnya.

Menurutnya, Prabowo tidak mendapatkan informasi yang cukup tentang perkembangan di Gaza dan apa yang telah dilakukan negara-negara di kawasan.

Mereka umumnya mengalami gejolak politik dalam negeri akibat tidak berdaya menekan Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Uni Eropa untuk segera mengakhiri genosida serta ethnic cleansing yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

Dia tak memungkiri bahwa Indonesia begitu vokal membela dan mendukung Palestina di forum-forum internasional tetapi tidak berarti menampik tindakan yang telah dilakukan negara-negara Islam.

“Benar RI sudah cukup membela Palestina di forum-forum internasional, tapi tidak berarti yang dilakukan negara-negara Islam lain lebih kecil kontribusinya jika dibandingkan dengan RI. Jadi, tidak pada tempatnya Prabowo seolah menyalahkan negara D-8, khususnya Turki, Iran, dan Mesir, yang dianggap belum cukup berbuat untuk Palestina, termasuk dalam bantuan kemanusiaan,” tegasnya.

Dia juga menyoroti kritikan Prabowo tentang ketiadaan solidaritas, kerja sama dan keterpecahan suara di antara sesama negara muslim.

Baca Juga:  Pilkada Serentak 27 November, Pemerintah Resmi Tetapkan Hari Libur Nasional

“Harus diakui, ada agenda dan kebijakan yang agak berbeda di antara sesama negara muslim terkait cara menghadapi Israel, tapi mereka satu suara dalam mendukung Palestina,” ujarnya.

“Prabowo tidak cukup peka ketika ia mengatakan kita salalu menyatakan dukungan untuk Palestina, Suriah, tapi dukungan yang seperti apa?” Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengeritik strategi devide et impera yang masih melemahkan solidaritas antarnegara Muslim,” tambahnya.

Smith mengungkapkan dalam pidatonya, Prabowo menyebut konflik internal di beberapa negara muslim menjadi contoh nyata adanya konflik internal di antara sesama. Kritik ini sepertinya mengarah pada Turki dan Iran yang berseberangan terkait Suriah.

Pasalnya, Iran mendukung rezim Bashar al-Assad, sementara Turki mendukung oposisi pimpinan HTS.

“Secara substansi Prabowo tidak salah, tapi artikulasinya tidak diplomatis dan salah tempat. Tidak seharusnya KTT D-8 dijadikan ajang salah-menyalahkan,” pungkasnya. (rel/MI)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momen Wakil DPRD Langkat Ajai Ismail Tepuk Meja Saat RDP, Suasana Memanas
RDP DPRD Langkat Memanas, HIMMAH Soroti Arogansi dan Krisis Kemandirian Fiskal
Sah! Pemkab dan DPRD Langkat Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD TA 2026
Margono Djojohadikusumo: Kakek Prabowo, Pendiri BNI yang Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hasto Kristiyanto Hadirin Peletakan Batu Pertama Kantor PDI Perjuangan Samosir
Hasto di Samosir: Indonesia Rumah Bersama, Danau Toba Harus Dijaga untuk 100 Tahun ke Depan
Pangkalan Brandan Lautan Api: Ketika Rakyat Langkat Membakar Kilang Minyak demi Mempertahankan Kemerdekaan
Tiorita Minta OPD Langkat Percepat Realisasi Anggaran, Program Harus Berdampak ke Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Momen Wakil DPRD Langkat Ajai Ismail Tepuk Meja Saat RDP, Suasana Memanas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:02 WIB

RDP DPRD Langkat Memanas, HIMMAH Soroti Arogansi dan Krisis Kemandirian Fiskal

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Sah! Pemkab dan DPRD Langkat Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD TA 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Margono Djojohadikusumo: Kakek Prabowo, Pendiri BNI yang Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Hasto Kristiyanto Hadirin Peletakan Batu Pertama Kantor PDI Perjuangan Samosir

Berita Terbaru