Dosen Profesi Bidan IKH Medan Edukasi Ibu Menyusui di Desa Padang Cermin: Puding Daun Kelor Jadi Strategi Tingkatkan Produksi ASI

- Pewarta

Senin, 14 April 2025 - 15:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday) – Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen dari Program Studi Profesi Bidan Institut Kesehatan Helvetia (IKH) Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sabtu (12/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang bertemakan “Strategi Peningkatan Produksi ASI Melalui Edukasi Puding Daun Kelor pada Ibu Menyusui” ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para ibu menyusui dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan berkelanjutan.

PKM ini dipimpin oleh Siti Aisyah, SST, MKM selaku ketua, dengan anggota tim Bd. Aida Fitria, SST, M.Kes dan Rahmawati Tarigan, M.Psi, serta melibatkan mahasiswa dari Program Studi D3 dan S1 Kebidanan IKH. Kegiatan ini diikuti oleh 20 ibu menyusui dan dibuka langsung oleh Kepala Desa Padang Cermin, Agusta Sentosa Tarigan.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.30 WIB dengan senam sehat bersama, dilanjutkan dengan ramah tamah dan pemeriksaan kesehatan yang mencakup anamnesis riwayat penyakit dan menyusui, serta pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, dan gula darah.

Puncak acara diisi dengan penyuluhan seputar manfaat dan pengolahan puding daun kelor sebagai alternatif makanan pendukung laktasi (ASI). Para peserta diperkenalkan pada kandungan gizi daun kelor yang tinggi vitamin A, zat besi, kalsium, dan fitosterol—zat alami yang dikenal dapat meningkatkan produksi ASI.

Baca Juga:  IKH Medan Laksanakan Sosialisasi Aplikasi Kesehatan di Desa Banyumas Stabat

Siti Aisyah menjelaskan bahwa banyak ibu menyusui mengalami masalah seperti ASI tidak lancar, bayi tidak kenyang, hingga infeksi payudara. Salah satu solusi alami adalah konsumsi daun kelor yang diolah menjadi puding, karena selain lezat dan lembut, juga lebih disukai dibandingkan mengonsumsi suplemen dalam bentuk kapsul atau pil.

“Daun kelor mengandung senyawa fitosterol seperti kampesterol dan sitosterol yang mampu memacu kerja kelenjar susu. Dengan dibuat puding, ibu bisa menikmati manfaatnya sambil tetap merasa senang dan nyaman,” jelasnya.

Tak hanya bermanfaat untuk kesehatan, edukasi ini juga diharapkan mendorong ibu-ibu untuk menjadikan puding daun kelor sebagai produk UMKM rumah tangga, sehingga mampu membantu ekonomi keluarga.

Baca Juga:  Masa Panen Durian Lokal Tiba, Dokter Ingatkan Jangan Sampai Kalap

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan apresiasi dari Kepala Desa Padang Cermin. 

“Kami sangat berterima kasih kepada tim dari Institut Kesehatan Helvetia. Edukasi ini sangat bermanfaat untuk ibu-ibu di desa kami, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya ASI dan pemanfaatan tanaman lokal,” ujar Agusta Sentosa Tarigan.

Di akhir acara, Siti Aisyah menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala. 

“Kami ingin ini menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya menyehatkan anak-anak melalui ASI, tapi juga mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Dengan pendekatan yang praktis, edukatif, dan berbasis potensi lokal, kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi sederhana seperti puding daun kelor bisa memberi dampak besar bagi kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dokter Muda Ini Sentil Plt Bupati Langkat Soal Jalan Rusak dan ISPA
Mahasiswa Ekonomi Islam UIN Sumut Tembus Publikasi Scopus, Hasilkan 14 Artikel
Kualitas Udara Stabat Masuk Kategori Tidak Sehat, AQI Tembus 108
Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Raih Akreditasi Unggul
Mahasiswi USU Asal Langsa Meninggal, Isu Perundungan Masih Dalam Penelusuran
Riset: Pria Dianjurkan Rutin Bertemu Teman untuk Menjaga Kesehatan
Kebanyakan Nonton Short Video Bisa Ubah Aktivitas Otak? Ini Temuan Peneliti
Mahasiswa UDA Gelar Demo, Soroti Status Akreditasi hingga Dugaan Pungutan Rp2 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 03:56 WIB

Dokter Muda Ini Sentil Plt Bupati Langkat Soal Jalan Rusak dan ISPA

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Mahasiswa Ekonomi Islam UIN Sumut Tembus Publikasi Scopus, Hasilkan 14 Artikel

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Kualitas Udara Stabat Masuk Kategori Tidak Sehat, AQI Tembus 108

Rabu, 30 September 2026 - 17:56 WIB

Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Raih Akreditasi Unggul

Senin, 28 September 2026 - 13:18 WIB

Mahasiswi USU Asal Langsa Meninggal, Isu Perundungan Masih Dalam Penelusuran

Terbaru