Stabat, Langkatoday.com – Kualitas udara di Kota Stabat, Kabupaten Langkat, berada pada kategori tidak sehat dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 108 pada Rabu (14/10).
Berdasarkan pemantauan situs AccuWeather, angka tersebut masuk kategori tidak sehat dengan polutan utama berupa PM2.5, partikel halus yang dapat masuk ke paru-paru dan berisiko mengganggu kesehatan.

Kondisi ini menjadi perhatian di tengah laporan BBMKG Wilayah I mengenai sebaran asap yang terdeteksi di wilayah Sumatera Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada hari yang sama, BBMKG juga melaporkan penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah pengamatan.
Meski demikian, data AQI tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa penurunan kualitas udara di Stabat sepenuhnya disebabkan oleh asap kebakaran.
AccuWeather mencatat bahwa pada indeks 108, kelompok sensitif berpotensi merasakan dampak kesehatan, sementara orang sehat juga dapat mengalami gangguan pernapasan atau iritasi tenggorokan jika terpapar dalam waktu lama.
Masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker yang sesuai dapat menjadi langkah perlindungan tambahan.
Data kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat disarankan memantau pembaruan indeks sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Editor : Fadli













Komentar