Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

- Pewarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Spanduk Greenpeace Indonesia dibentangkan di Monumen Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10)

Spanduk Greenpeace Indonesia dibentangkan di Monumen Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10)

Jakarta, Langkatoday.com – Organisasi lingkungan Greenpeace membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10) pagi.

Aksi membentangkan spanduk ini digelar sebagai bentuk kritik tajam terhadap kinerja pemerintah dalam menanggulangi krisis iklim.

Spanduk yang dipasang di dua sisi monumen tersebut membawa pesan bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” pada sisi depan, serta “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” pada sisi belakang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi ini sengaja dilangsungkan bertepatan dengan dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mendesak komitmen nyata negara terhadap isu ekologis.

Baca Juga:  Bestie Jadi Tersangka! KPK Buka Peluang Panggil Gubernur Bobby Nasution Terkait Suap Jalan Rp157 Miliar

Krisis Iklim Perburuk Ekonomi Masyarakat

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, menegaskan bahwa krisis iklim memiliki dampak langsung yang kian memperberat beban hidup rakyat, terutama kelompok pekerja dan masyarakat rentan.

“Dampaknya paling berat dirasakan oleh kelompok pekerja yang hidup dalam kerentanan ekonomi. Cuaca ekstrem dan bencana ekologis tidak hanya mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat, tapi juga mengganggu sumber penghidupan, menekan pendapatan, dan mendorong kenaikan harga pangan,” kata Jeanny.

Jeanny turut menyoroti bencana kabut asap berkepanjangan sebagai salah satu bukti konkret bagaimana kerusakan lingkungan mengganggu roda ekonomi sehari-hari, di tengah tingginya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan naiknya biaya hidup.

Baca Juga:  Hari Ini KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

Respon Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Menanggapi aksi pembentangan spanduk di kawasan ikonik Jakarta tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pihak Pemprov menghormati langkah ekspresi publik tersebut sebagai bagian dari kebebasan berdemokrasi.

“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi,” ujar Pramono saat berada di kawasan Jakarta Pusat.

Kendati demikian, Pramono mengimbau agar seluruh penyampaian aspirasi di ruang publik tetap mengedepankan ketertiban umum agar tidak mengganggu hak dan kenyamanan masyarakat luas.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Terbaru