Medan, Langkatoday.com – Kabar duka menyelimuti civitas akademika Universitas Sumatera Utara (USU). Seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Program Studi Sastra Inggris berinisial VJEB, 18 tahun, asal Kota Langsa, Aceh, ditemukan meninggal dunia di tempat tinggalnya di sekitar kawasan Pajak USU (Pajus), Ahad (27/9).
Kabar tersebut kemudian menjadi perhatian setelah beredar informasi di kalangan mahasiswa yang mengaitkan kematian VJEB dengan dugaan perundungan atau bullying.
Namun, hingga kini dugaan tersebut belum terkonfirmasi. Pihak Universitas Sumatera Utara menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung dan meminta seluruh pihak tidak menarik kesimpulan sebelum fakta resmi diperoleh.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, VJEB sebelumnya tidak terlihat mengikuti aktivitas perkuliahan sejak Jumat (25/9). Kondisi tersebut membuat sejumlah rekan dan pihak keluarga berupaya mencari keberadaannya.
Seorang rekan korban yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, pihak keluarga sempat berupaya menghubungi korban karena tidak mendapatkan kabar.
“Sejak Jumat itu tidak ada kabar. Keluarganya juga sibuk menelepon,” ujar sumber tersebut, Senin (28/9).
Rekan-rekan korban kemudian mendatangi tempat tinggalnya di kawasan Pajus. Dari sinilah korban ditemukan telah meninggal dunia.
Jenazah VJEB kemudian dikabarkan telah dibawa ke kampung halamannya di Langsa, Aceh, untuk dimakamkan.
USU Bantah Ada Indikasi Bullying
Menanggapi kabar yang berkembang, Universitas Sumatera Utara akhirnya menyampaikan pernyataan resmi melalui Manajer Humas dan Promosi USU, Dr. Irsan Mulyadi, S.Sos., M.I.Kom.
USU menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan seluruh pihak yang merasa kehilangan.
“Universitas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah serta seluruh pihak yang merasa kehilangan,” demikian pernyataan resmi USU.
Terkait penyebab kematian, USU menegaskan bahwa proses penanganan dan penyelidikan masih dilakukan oleh pihak yang berwenang.
Universitas juga menyatakan telah melakukan penelusuran internal dengan meminta keterangan dari sejumlah rekan dan lingkungan pergaulan korban di kampus.
Berdasarkan informasi awal tersebut, USU menyebut belum menemukan indikasi perundungan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi perundungan (bullying) yang berkaitan dengan peristiwa tersebut,” demikian keterangan USU.
Meski demikian, pihak kampus menegaskan akan mengambil tindakan apabila dalam proses penyelidikan nantinya ditemukan fakta adanya perundungan yang melibatkan sivitas akademika USU.
USU juga mengimbau mahasiswa dan masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi maupun membuat kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai.
Editor : Fadli













Komentar