Stabat, Langkatoday.com – Sebuah unggahan video dari seorang dokter muda bernama dr. Ayu Andini menjadi sorotan publik setelah ia menyampaikan kritik terbuka kepada Plt. Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti terkait penanganan infrastruktur dan kesehatan masyarakat, Sabtu (17/10).
Melalui video berdurasi 1 menit 53 detik tersebut, dr. Ayu menegaskan posisinya sebagai warga Kabupaten Langkat yang ingin menyuarakan keluhan masyarakat.
Ia meminta pemerintah daerah fokus pada penanganan masalah nyata ketimbang pencitraan di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya hanya salah satu masyarakat Kabupaten Langkat yang ingin membantu menyuarakan haknya. Berhenti menciptakan suasana seolah-olah Anda pemimpin yang bijak dan menepati janji, padahal masyarakat menerima janji palsu,” ujar dr. Ayu dalam video tersebut.
View this post on Instagram
Dampak Jalan Rusak terhadap Kesehatan Warga
Salah satu poin utama yang disoroti dr. Ayu adalah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah masyarakat. Menurutnya, gangguan kesehatan respiratorik warga tidak hanya dipicu oleh kasus Karhutla, melainkan dampak paparan debu jalanan rusak yang belum mendapat perbaikan.
“Jauh sebelum Karhutla, masyarakat Anda sudah terdampak ISPA dari debu-debu akibat jalanan rusak yang sampai detik ini tidak Anda perbaiki. Berhenti melakukan pencitraan di sosial media yang hanya dilihat pengikut Anda,” tegasnya.
Sebagai sesama perempuan, ia mengaku bangga daerahnya dipimpin sosok wanita, namun ia berharap ada langkah konkret yang membedakan kepemimpinan saat ini dengan periode sebelumnya.
“Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab. Kami akan terus bersuara sampai suara kami didengar,” pungkasnya.
Data Dinkes: Langkat Masuk 3 Besar Kasus ISPA di Sumut
Kritik yang disampaikan dr. Ayu sejalan dengan gambaran data kesehatan di tingkat provinsi.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Langkat secara konsisten menduduki peringkat tiga besar daerah dengan angka kasus ISPA tertinggi di Sumut, berada di bawah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Secara akumulatif, Dinas Kesehatan Sumut mencatat ratusan ribu kasus ISPA akibat perubahan cuaca ekstrem dan tingginya polusi udara/debu lingkungan.
Kondisi polusi debu di sepanjang ruas jalan rusak di Langkat dinilai memperburuk risiko paparan ISPA, khususnya pada kelompok rentan seperti balita dan anak-anak.
Editor : Fadli













Komentar