BNPB Pastikan Rumah Korban Banjir di Sumatera Diganti: 166 Meninggal di Sumut, Ribuan KK Masih Mengungsi

- Pewarta

Sabtu, 29 November 2025 - 21:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA, LANGKATODAY – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pemerintah akan mengganti seluruh rumah warga yang rusak akibat banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden untuk memastikan tidak ada masyarakat yang terabaikan dalam proses pemulihan pascabencana.

“Rumahnya ada beberapa skema. Ini arahan Presiden, untuk rakyat semuanya harus diprioritaskan,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu (29/11).

Skema Bantuan Rumah

BNPB menyiapkan tiga kategori bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Rusak ringan: Bantuan Rp15 juta per unit.
  • Rusak sedang: Bantuan Rp30 juta per unit.
  • Rusak berat: Pemerintah akan membangun rumah baru sepenuhnya.

Suharyanto menegaskan skema ini dibuat agar seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang adil dan tidak ada yang tertinggal dalam proses pemulihan.

DTH Rp600 Ribu per KK dan Hunian Sementara

Selama masa tanggap darurat, warga ditampung di lokasi pengungsian dengan bantuan makanan, layanan kesehatan, hingga trauma healing. Namun tinggal di pengungsian bersifat sementara.

Baca Juga:  Korban Meninggal akibat Banjir dan Longsor di Sumut Bertambah Jadi 62 Orang

Untuk itu pemerintah menyediakan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per KK per bulan agar warga dapat menyewa tempat tinggal sementara.

Bagi warga yang tidak memiliki opsi mengontrak, pemerintah menyiapkan hunian sementara (huntara) berupa rumah layak huni yang dapat ditempati dalam jangka panjang hingga kondisi kembali normal.

Setelah masa tanggap darurat usai, pemerintah akan melakukan pendataan warga yang ingin direlokasi, baik relokasi mandiri di lahan milik sendiri maupun relokasi terpusat yang disiapkan pemerintah.

166 Meninggal di Sumut, 143 Hilang

Data BNPB per Sabtu (29/11) mencatat dampak banjir di Sumatera semakin meluas. Di Sumatera Utara, 166 orang meninggal dunia, meningkat 50 kasus dari hari sebelumnya. Sebanyak 143 warga masih hilang, dan lebih dari 5.000 KK terpaksa mengungsi.

Baca Juga:  [UPDATE] Cuaca Ekstrem Terjang Sumut: 86 Bencana Terjadi, 24 Warga Meninggal Dunia

Daerah terdampak meliputi Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, Humbahas, Kota Padang Sidempuan, Pakpak Bharat, dan Mandailing Natal. Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan kerusakan dan korban terbanyak.

Aceh dan Sumbar Juga Parah

Di Aceh, BNPB melaporkan 47 korban meninggal dunia, 51 hilang, dan 8 orang luka-luka. Jumlah pengungsi mencapai 48.887 KK, dan beberapa wilayah masih terisolasi sehingga data kemungkinan meningkat.

Sementara di Sumatera Barat, banjir kini tersisa di enam daerah: Agam, Padang Pariaman, Solok, Kota Padang, Tanah Datar, dan Padang Panjang. Wilayah ini merupakan daerah paling parah kedua dalam jumlah korban, dengan 90 orang meninggal, 85 hilang, dan 10 luka-luka.

BNPB memastikan pendataan masih berlangsung karena beberapa wilayah belum dapat dijangkau akibat akses jalan yang terputus dan cuaca yang tidak stabil.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB