Rupiah Tertekan ke Level Rp17.223, Dampak Trump Tolak Proposal Damai Iran

- Pewarta

Selasa, 28 April 2026 - 12:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau melemah pada pembukaan perdagangan Selasa pagi (28/4). Rupiah merosot 12 poin atau 0,07 persen ke level Rp17.223 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.211.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian perdamaian di Timur Tengah (Timteng) setelah Amerika Serikat dilaporkan menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran.

Trump Tidak Puas dengan Tawaran Teheran

Berdasarkan laporan Anadolu, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pada Senin (27/4) untuk membahas draf kesepakatan dari Teheran. Namun, Trump dikabarkan tidak puas karena Iran hanya menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pengakhiran blokade jalur air, tanpa menyentuh pembahasan penghentian program nuklir.

Pihak Iran tetap bersikeras pada hak mereka untuk melakukan pengayaan uranium, sementara Washington menuntut penghentian total aktivitas nuklir tersebut sebagai syarat mutlak perdamaian. Pejabat AS menyebut bahwa menerima proposal Iran saat ini akan dianggap sebagai kekalahan politik bagi Trump secara terbuka.

Kegagalan Diplomasi di Islamabad

Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang meletus sejak 28 Februari lalu tampaknya menemui jalan buntu. Sebelumnya, kedua negara sempat mengadakan pembicaraan di Islamabad pada 11 April, namun gagal mencapai kesepakatan.

Kondisi semakin diperparah setelah Trump membatalkan keberangkatan utusan khususnya, Jared Kushner dan Steve Witkoff, ke Pakistan akhir pekan ini. Padahal, dunia sangat bergantung pada pembukaan kembali Selat Hormuz guna menstabilkan pasokan energi global.

Baca Juga:  Prabowo Sentil Pejabat soal Gaji: Jangan Sibuk Lihat Orang Kaya, Coba Tengok Rakyat Miskin

Dampak ke Ekonomi Nasional

Ketidakpastian ini membuat pasar beralih ke aset aman (risk off), yang menyebabkan indeks dolar AS dan harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik. Lonjakan harga minyak global inilah yang memberikan tekanan ganda bagi mata uang Garuda.

“Rupiah diperkirakan masih akan tertekan akibat sentimen ketidakpastian di Timur Tengah ini,” ujar Lukman Leong. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak di kisaran Rp17.150 hingga Rp17.300 per dolar AS sepanjang hari ini.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan geopolitik ini, mengingat dampaknya yang sangat terasa pada biaya logistik dan harga-harga komoditas impor di dalam negeri.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB