Logo di Gedung Bank Mandiri Dicopot Pasca Viral Blokir Rekening Aktivis, Takut Didemo?

- Pewarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Pencopotan logo Bank Mandiri di dinding Wisma Mandiri yang menghadap Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat menjadi sorotan luas masyarakat di media sosial setelah rekening bank milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok di bank tersebut diblokir atas permintaan polisi.

Mengutip akun media sosial @kasitau.info pada Selasa (25/8), logo Mandiri yang bertengger di Gedung Wisma Mandiri Jalan M.H Thamrin Jakarta Pusat, dicopot. Sehingga gedung berwarna abu kecoklatan itu bersih.

“Wisma Mandiri I di Jalan M.H. Thamrin (Jakpus) terlihat berbeda usai kena boikot akibat rekening Rp80,9 juta milik Botok diblokir sepihak,” tulis akun media sosial @kasitau.info.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di media sosial, masyarakat juga ramai membagikan keputusannya memindahkan rekening tabungan dan payroll karyawan ke bank lain serta memotong kartu ATM Bank Mandiri sebagai bentuk kekecewaan.

Aksi tersebut diduga berkaitan dengan polemik pemblokiran rekening Botok yang menghimpun dana donasi masyarakat senilai Rp80,9 juta.

“Nasabah memindahkan tabungan ke bank lain serta memotong kartu atm diduga bentuk kecewa dari tindakan Bank Mandiri yang telah mengakui melakukan pemblokiran atas permintaan kepolisian. Blunder 2026,”.

Sejumlah warganet juga turut memberikan komentar terkait pemblokiran rekening tersebut. Akun @mariska.suntano menulis komentar yang mempertanyakan alasan Bank Mandiri melakukan pemblokiran.

Baca Juga:  Polri Pastikan Langkah Terukur dan Sesuai Aturan dalam Atasi Aksi Anarkis

“Cie dicopot, takut di demo ya? Kayak kantornya Hotman Paris,” tulis akun tersebut.

Sementara akun @glenwong.wchi mempertanyakan alasan rekening Botok dapat diblokir berdasarkan permintaan aparat penegak hukum.

“Kepolisian gampang banget minta blokir kayak beginian, padahal itu bukan rekening teroris, pencucian uang ataupun rekening koruptor,” tulisnya.

Komentar serupa juga disampaikan akun @Zakkypaseban yang menyayangkan polemik tersebut dan menilai Bank Mandiri ikut terdampak akibat kebijakan pemblokiran rekening.

“Kasian itu bank plat merah jadi digembosi gara-gara kedunguan dan keberingasan aparat anti demokrasi pemilik kebenaran di negeri ini,”.

Sebelumnya, Bank Mandiri menyampaikan permintaan maaf kepada nasabah atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan terkait pemblokiran rekening milik koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Bank Mandiri melalui akun media sosial X nya @bankmandiri menjelaskan, pemblokiran rekening tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum.

Pihak Bank Mandiri memastikan tindakan tersebut telah dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tulisnya dikutip Senin (24/8).

Bank Mandiri juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan layanan perbankan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan, dan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga:  Jelang Aksi 27 Agustus, Rekening Aktivis Rp80,9 Juta Ditunda, Pengamat Pertanyakan Dasar Hukumnya

“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip GCG, kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan layanan perbankan,” tulisnya.

Diketahui, rekening Bank Mandiri milik koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok diblokir.

Menurut Botok, rekening tersebut berisi uang Rp80,9 juta dari penggalangan donasi di depan Gedung DPR RI, Sabtu (22/8).

AMPB bersama para aktivis lintas daerah yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) berencana menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta guna menuntut DPR RI mengesahkan RUU Perampasan Aset dan memberlakukan hukuman mati untuk koruptor.

Menanggapi pernyataan Bank Mandiri bahwa pemblokiran dilakukan atas instruksi aparat penegak hukum, Botok menilai alasan tersebut sangat tidak tepat dan mengada-ada.

Pasalnya, uang puluhan juta rupiah di dalam rekening itu murni gabungan dari dana pribadi dan donasi publik untuk operasional aksi demonstrasi, bukan dana hasil tindak pidana kejahatan.

“Nominal uangnya cuma Rp80 juta. Itu uang pribadi saya dan donasi teman-teman saya.”

“Uang koruptor ratusan miliar rupiah (tidak diblokir), ini cuma uang Rp80 juta diblokir kan aneh.”

“Terlalu curiga yang berlebihan, masa negara takut sama kami?” ungkap Botok saat diwawancarai di Kaliampo, Desa Wangunrejo Kecamatan Margorejo, jelang keberangkatannya kembali ke Jakarta, Ahad (23/8) malam.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Widodo AS Wafat, Panglima TNI Pertama dari Matra Angkatan Laut
KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut
Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen
Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Widodo AS Wafat, Panglima TNI Pertama dari Matra Angkatan Laut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:49 WIB

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya

Terbaru

Nasional

Widodo AS Wafat, Panglima TNI Pertama dari Matra Angkatan Laut

Minggu, 25 Okt 2026 - 12:57 WIB

Regional

Suyudi Sebut Bahagia Rangkap Jabatan Kapolri dan Kepala BNN

Sabtu, 24 Okt 2026 - 20:44 WIB