Banjir Parah, Respons Lemah: Ada Apa dengan BPBD Langkat?

- Pewarta

Rabu, 3 Desember 2025 - 01:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT, LANGKATODAY – Kritik terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat kembali mengemuka setelah banjir besar November 2025 merendam sedikitnya 15 kecamatan dan memutus akses kehidupan puluhan ribu keluarga. Tidak hanya warga yang bersuara lantang, anggota DPRD pun ikut menyoroti lambannya penanganan darurat.

Anggota DPRD Langkat, Matthew Diemas Bastanta, menilai BPBD gagal menjalankan fungsi vitalnya pada saat-saat paling kritis. Ia menyoroti mati totalnya hotline darurat BPBD saat warga berulang kali mencoba menghubungi untuk meminta pertolongan.

“Dalam situasi darurat, akses komunikasi menjadi sangat penting. Saat banjir melanda, masyarakat kesulitan menghubungi nomor darurat BPBD. Ini perlu segera dievaluasi agar tidak terulang,” ujar Matthew, Selasa (2/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Matthew menyebut, kegagalan komunikasi itu berpotensi memperbesar risiko keselamatan warga. “Dalam kondisi bencana, kecepatan informasi dan respons adalah kunci untuk menyelamatkan warga,” tambahnya.

Baca Juga:  Warga Terendam Banjir Parah di Langkat, Bupatinya Malah Pilih Hadir Acara Penghargaan di Medan

Perahu Karet Terbatas untuk 15 Kecamatan

Kritik lain muncul terkait minimnya armada evakuasi. BPBD Langkat disebut hanya mengerahkan enam perahu karet untuk menangani banjir yang melanda lebih dari 15 titik di sejumlah kecamatan, mulai Tanjung Pura hingga Besitang.

“Dengan cakupan wilayah terdampak yang luas, jumlah perahu karet tersebut jelas belum memadai. Ke depan, kesiapsiagaan sarana dan prasarana perlu ditingkatkan,” tegas Matthew.

Warga yang terjebak banjir dua meter terpaksa menggunakan ban bekas, sampan sewaan, hingga perahu dari relawan untuk evakuasi. Banyak warga menyebut BPBD seolah tidak hadir pada jam-jam genting.

Penjarahan Muncul karena Bantuan Telat

Matthew juga menyinggung peristiwa penjarahan di wilayah Tanjung Pura yang terjadi pada puncak banjir. Ia menilai aksi itu tidak semata persoalan kriminal, tetapi indikator kegagalan distribusi bantuan.

Baca Juga:  Tinjau Pengungsian di Langkat, Prabowo Tegaskan Pemerintah Tak Tinggalkan Korban Bencana

“Penyaluran bantuan yang terlambat dapat memicu persoalan sosial baru. Karena itu, koordinasi lintas instansi harus diperkuat agar bantuan segera sampai ke masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga mengakui persediaan makanan habis total karena bantuan tak kunjung datang. Beberapa rumah toko menjadi sasaran amuk massa.

Desakan Evaluasi Total

Matthew mendesak BPBD Langkat melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari kesiapan personel, peralatan, hingga protokol komunikasi.

“Yang terpenting adalah bagaimana ke depan penanganan bencana bisa lebih cepat, sigap, dan benar-benar berpihak pada keselamatan masyarakat.”

Kritik ini menambah panjang daftar catatan publik terhadap penanganan banjir Langkat 2025 — mulai dari lambatnya pendataan korban, minimnya kehadiran pejabat di lapangan, hingga laporan BPBD yang disebut tidak sesuai kondisi riil.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Respons Aspirasi Warga, Pemkab Langkat Pastikan Perbaikan Jalan di Kecamatan Binjai Masuki Tahapan Tender
Tiorita Dorong Perbaikan Tanggul Paya Bunder, Tim Provinsi Turun Survei
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB