Fenomena Jam Koma Ramai Dibahas Gen Z di Medsos, Apa Itu?

- Kontributor

Selasa, 29 Oktober 2024 - 06:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday) – Belakangan ini istilah jam koma ramai diperbincangkan di media sosial terutama di kalangan generasi Z atau Gen Z. 

Di media sosial TikTok misalnya, ada banyak kompilasi video yang memperlihatkan momen jam koma yang dialami seseorang.

Pakar psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Zaki Nur Fahmawati, mengatakan dalam dunia psikologi jam koma biasa dikenal sebagai kelelahan kognitif atau cognitive fatigue. Ini diartikan sebagai kondisi yang membuat seseorang mengalami penurunan fungsi mental setelah melakukan berbagai aktivitas yang memerlukan konsentrasi tinggi dan aktivitas intelektual yang terus menerus.

“Kelelahan kognitif terjadi ketika sumber daya mental seseorang terkuras atau overwhelmed, sehingga membuat mereka merasa sulit untuk terus fokus, berpikir secara jernih, membuat keputusan yang tepat, atau menyelesaikan tugas secara efektif,” kata Zaki dalam keterangannya, dikutip Sabtu (26/10).

Zaki kemudian menjelaskan beberapa faktor yang yang dapat memicu kelelahan kognitif atau jam koma. 

Baca Juga:  Fenomena Langka! Bulan Berubah Jadi Merah Darah Malam Ini

Pertama, tugas yang kompleks. 

Menurut Zaki, jika seseorang memproses banyak informasi atau mengerjakan tugas yang membutuhkan pemikiran kritis dan analis secara mendalam dalam jangka waktu lama, maka itu akan membuat otak terbebani.

Kedua, stimulasi berlebihan. 

Zaki menjelaskan bahwa lingkungan yang penuh gangguan seperti suara bising, multitasking, atau seringnya beralih fokus antara tugas-tugas yang berbeda, membuat tubuh merasa overstimulasi.

“Ini sering dialami di era digital ini. Orang terus menerus berpindah antara beberapa media sosial yang dimiliki, dan pekerjaan, yang menyebabkan kelelahan mental kronis,” jelas Zaki.

Lalu faktor ketiga adalah kurangnya istirahat. 

Zaki mengatakan, otak sangat membutuhkan waktu pemulihan setelah bekerja keras. Karenanya, bekerja tanpa jeda panjang atau tidak cukup tidur dapat memperburuk kelelahan kognitif.

Selain itu, faktor tekanan emosional seperti stress terkait pekerjaan atau masalah pribadi juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami jam koma. 

Baca Juga:  Mudik Lebaran 2026, 11 Tol di Sumatera Berikan Diskon Tarif sampai 30 Persen

Zaki menerangkan, ketika seseorang merasa terbebani secara emosional, otak bekerja lebih keras untuk mengatasi emosi negatif ini, sehingga mengurangi kapasitas mental untuk menyelesaikan tugas intelektual.

“Aktivitas yang membosankan dan kurang menantang juga bisa menyebabkan kelelahan kognitif. Seseorang mungkin merasa lelah secara mental karena tidak cukup stimulus baru atau bervariasi, yang menyebabkan perasaan stagnasi dan penurunan kemampuan kognitif,” ujar Zaki.

Dia menjelaskan jam koma lebih banyak dikaitkan dengan dampak negatif. Misalnya penurunan kinerja karena kesulitan fokus, mengalami penurunan motivasi untuk menyelesaikan tugas, merasa lelah secara mental, melakukan kesalahan dalam bekerja, serta mood yang buruk.

“Jam koma memunculkan gangguan suasana hati seperti udah marah, frustasi, atau merasa depresi. Ini bisa disebabkan oleh ketidakmampuan untuk berfungsi secara optimal,” kata dia.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan
Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa
Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Sabtu, 5 September 2026 - 12:10 WIB

Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WIB

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:46 WIB

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:34 WIB

Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa

Berita Terbaru