Apa Yang Dibaca, Menentukan Cara Seseorang Berargumentasi

- Pewarta

Sabtu, 18 April 2026 - 15:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Ada orang yang memang ketika berbicara sangat tekstualis, apa yang tertulis, itulah yang diucapkan. Namun ada juga yang menyederhanakan teks menjadi lebih mudah untuk disampaikan, bukan menganggap lawan bicara lebih rendah darinya, melainkan agar pesan yang tersurat dapat membuka tabir apa yang tersirat dibaliknya.

Tetapi akan menjadi masalah, jika apa yang disampaikan terlalu mudah untuk dipahami, tidak adanya peningkatan kosakata baru dalam berkomunikasi. Tentu saja dalam mengelola kosakata untuk penggunaan sehari-hari bukan hal yang mudah, karena dibutuhkan arti dan pemahaman agar setiap kata keluar sesuai tempatnya. Bagaimana peradaban akan maju jika sisi kebahasaan masih amburadul ?

Baca Juga:  Anggaran Fantastis MBG vs Tangisan Anak Miskin: Negara Ini Sedang Gila atau Sengaja Buta?

Peradaban merupakan ekspresi dari kebudayaan, tetapi yang berbudaya belum tentu berperadaban. Beberapa diantara dari banyaknya syarat kebudayaan yang berperadaban adalah penggunaan stilistika sebagai alat komunikasi.

Sependek bacaan saya, al-Quran tidak selamanya menggunakan bahasa sederhana, diantara teks suci-Nya juga menggunakan bahasa yang sulit dipahami oleh bahasa kaumnya sendiri, sehingga para sahabat menanyakan maksudnya kepada Rasul. Al-Quran bukan sekedar teks suci, tetapi sebagai sastra Agung yang tiada banding. Tuhan tidak melarang bagi siapa saja yang ingin membuat kitab suci yang serupa dengan al-Quran, tetapi Dia menantang bagi siapa saja yang meragukan kebenaran kitab suci-Nya jika memang dia yang lebih benar (al-baqarah:23). Wallahu a’lam.

2045 bukanlah omon² semata, jika generasi penerus gemar membaca dan menulis. Terkadang, narasi yang disampaikan lewat tulisan jauh lebih berbahaya daripada yg disampaikan lewat orasi. 🔥

Baca Juga:  Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi

Terimakasih bagi yg sudah membaca. Terimakasih juga bagi yang tidak membaca sampai habis, barangkali tulisan ini tidak menarik bagi sebagian orang, karena setiap pedagang memiliki langganannya, dan setiap penulis memiliki pengagumnya. 🙌🏻

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi
HTML: Tulang Punggung Website Modern
Taktik ‘Siram-Menyiram’ di Langkat: Rahasia Sukses Bikin Suara Kritis Mendadak Serak
Merdeka yang Tertunda: Refleksi Kritis atas Makna Kemerdekaan Indonesia
Pangkalan Brandan Lautan Api: Ketika Rakyat Langkat Membakar Kilang Minyak demi Mempertahankan Kemerdekaan
Kasasi Ditolak, Alexander Halim Tetap Divonis 10 Tahun dalam Kasus Alih Fungsi Hutan Langkat
Tentang Kebebasan
Dari Sumatera ke Surabaya: Sebuah Perjalanan Mengubah Cara Pandang

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 07:07 WIB

Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:42 WIB

HTML: Tulang Punggung Website Modern

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Taktik ‘Siram-Menyiram’ di Langkat: Rahasia Sukses Bikin Suara Kritis Mendadak Serak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Merdeka yang Tertunda: Refleksi Kritis atas Makna Kemerdekaan Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Pangkalan Brandan Lautan Api: Ketika Rakyat Langkat Membakar Kilang Minyak demi Mempertahankan Kemerdekaan

Terbaru

Sajian Khusus

Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 07:07 WIB