Sebut Islam “Radikal”, Dewan Pendidikan Texas Sahkan Kurikulum Studi Sosial Baru yang Menuai Kecaman

- Pewarta

Kamis, 10 September 2026 - 14:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Muslim AS kampanye anti Islamofobia. Foto: worldbulletin

Muslim AS kampanye anti Islamofobia. Foto: worldbulletin

Jakarta, Langkatoday.com – Dewan Pendidikan Negara Bagian Texas (Texas State Board of Education) resmi menyetujui perubahan kurikulum studi sosial baru untuk tingkat sekolah menengah atas. Kebijakan ini menuai gelombang protes keras karena dinilai diskriminatif dengan menggambarkan ajaran dan sejarah Islam sebagai agama yang “radikal” dan “kejam”, sementara agama Kristen diajarkan secara sebaliknya.

Keputusan tersebut diambil usai pemungutan suara oleh dewan yang didominasi oleh politisi Partai Republik. Kebijakan ini dipastikan bakal berdampak pada sekitar lima juta siswa sekolah negeri di negara bagian tersebut.

Poin-Poin Kontroversial dalam Kurikulum Baru

Kurikulum baru yang dijadwalkan akan mulai diterapkan secara bertahap pada tahun ajaran 2030-2031 tersebut memicu kontroversi lantaran memuat sejumlah materi sensitif:

  • Penyajian Sejarah Awal Islam: Pengajaran sejarah awal Islam difokuskan pada kampanye militer yang digambarkan sebagai tindakan “kejam” (brutal), serta menyoroti isu perbudakan dan penawanan perempuan. Sebaliknya, penggambaran serupa tidak diterapkan pada sejarah peperangan dalam tradisi Kristen.
  • Perspektif Peristiwa 9/11: Tragedi serangan 11 September 2001 diajarkan sebagai aksi yang didorong murni oleh faktor “Islam radikal”, tanpa menyertakan konteks atau agenda politik di baliknya.
  • Pengusulan Materi Kekristenan: Kurikulum mewajibkan pengajaran kutipan-kutipan Alkitab serta menonjolkan pengaruh positif Kekristenan terhadap peradaban Barat.
Baca Juga:  Pemda Didesak Tindak Tegas Dugaan Rangkap Jabatan Oknum Kadus Desa Pantai Gemi Stabat

Gelombang Kecaman dari Anggota Dewan dan Organisasi Sipil

Langkah pengesahan ini langsung memicu penolakan luas dari berbagai pihak. Anggota legislatif Muslim Texas, Salman Bhojani, menegaskan bahwa siswa di Texas berhak mendapatkan materi sejarah yang adil, lengkap, dan akurat tanpa ada penyensoran selektif.

Senada dengan hal itu, Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengkritik keras upaya penyorotan negatif terhadap Islam di sekolah negeri.

Baca Juga:  DPRD Fraksi PKS ke Anggota Koperasi TKBM: Kami Siap Membantu

“Sekolah negeri seharusnya mengajarkan sejarah agama secara objektif. Hal yang tidak boleh dilakukan adalah memaksa guru dan siswa untuk secara khusus merendahkan agama tertentu—dalam hal ini Islam,” tegas penyataan resmi CAIR.

CAIR juga menilai adanya ketidakadilan dalam perlakuan standar sejarah, di mana sisi gelap sejarah peradaban lain tidak ditampilkan dengan pendekatan yang sama.

Dukungan Politik dan Penguatan Kebijakan

Di sisi lain, Senator asal Partai Republik, Ted Cruz, menyuarakan dukungannya terhadap perubahan kurikulum tersebut dengan menyatakan bahwa para siswa di Texas berhak mengetahui “kebenaran sejarah” mengenai Islam.

Keputusan ini memperpanjang deretan kebijakan kontroversial di Texas di bawah kepemimpinan Gubernur Greg Abbott, yang sebelumnya juga mendapat sorotan terkait pembatalan fasilitas wudu di Bandara DFW hingga pengawasan terhadap proyek perumahan komunitas Muslim di kawasan Dallas.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Buka Kerja Sama Teknologi dengan AS, Kedaulatan Digital Tetap Jadi Prioritas
Laporkan Blue Night ke Bobby Nasution, Tiorita Minta Pemprov Sumut Perkuat Penertiban THM di Sei Bingai
Upah Minimum Jepang Naik 5 Persen, Rata-rata Capai Rp132 Ribu per Jam
Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan
Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa
Momen Wakil DPRD Langkat Ajai Ismail Tepuk Meja Saat RDP, Suasana Memanas
RDP DPRD Langkat Memanas, HIMMAH Soroti Arogansi dan Krisis Kemandirian Fiskal
Sah! Pemkab dan DPRD Langkat Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD TA 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:08 WIB

Sebut Islam “Radikal”, Dewan Pendidikan Texas Sahkan Kurikulum Studi Sosial Baru yang Menuai Kecaman

Rabu, 9 September 2026 - 10:08 WIB

Indonesia Buka Kerja Sama Teknologi dengan AS, Kedaulatan Digital Tetap Jadi Prioritas

Rabu, 9 September 2026 - 05:56 WIB

Laporkan Blue Night ke Bobby Nasution, Tiorita Minta Pemprov Sumut Perkuat Penertiban THM di Sei Bingai

Minggu, 6 September 2026 - 16:37 WIB

Upah Minimum Jepang Naik 5 Persen, Rata-rata Capai Rp132 Ribu per Jam

Sabtu, 5 September 2026 - 09:46 WIB

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan

Terbaru