Usut Dugaan Pungutan Liar oleh Kacabdisdik SMA di Kabupaten Langkat

- Kontributor

Senin, 2 Juni 2025 - 15:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday)Dalam beberapa waktu terakhir, mencuat dugaan praktik tidak etis yang dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) SMA di Kabupaten Langkat. 

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa setiap kali melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah, Kacabdisdik diduga meminta atau menerima pungutan dana transportasi sebesar Rp500.000 dari pihak sekolah. Jika benar, praktik ini tidak hanya mencoreng nama baik institusi pendidikan, tetapi juga berpotensi melanggar hukum.

Apakah Ini Pungli?

Jika dugaan pungutan ini tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak tercantum dalam anggaran resmi atau Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), maka hal tersebut berpotensi dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli). Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, segala bentuk pungutan yang tidak sah di lingkungan birokrasi, termasuk sektor pendidikan, dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum.

“Pungutan liar adalah segala bentuk pungutan yang dilakukan oleh oknum pegawai atau pejabat, baik uang maupun barang, yang tidak memiliki dasar hukum resmi dan bersifat memaksa.” — Perpres No. 87 Tahun 2016

Dampak Buruk bagi Dunia Pendidikan

Dugaan pungutan ini, meskipun terlihat “kecil” bagi sebagian pihak, memiliki dampak sistemik:

Baca Juga:  5 Cara Manjur Nagih Hutang Agar Kamu Nggak Pusing Lagi

  • Membebani anggaran sekolah, yang seharusnya digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar atau kebutuhan siswa.
  • Menumbuhkan budaya permisif terhadap korupsi di lingkungan pendidikan.
  • Menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah dan pendidikan.
Baca Juga:  Aktivis Bayaran: Saat Idealisme Mahasiswa Dijual Murah di Pinggir Jalan

Harus Ada Investigasi dan Transparansi

Jika laporan ini benar, Inspektorat Daerah, Ombudsman RI, hingga aparat penegak hukum perlu turun tangan. Dugaan praktik semacam ini tidak boleh dianggap sebagai “hal biasa” karena menyangkut integritas penyelenggara pendidikan.

Kita ingin dunia pendidikan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada layanan publik, bukan menjadi ladang kepentingan pribadi. Pungli harus diberantas, dimulai dari hal-hal kecil yang selama ini dianggap wajar. Tidak ada ruang untuk “biaya transportasi” tak resmi yang memberatkan sekolah dan merusak sistem pendidikan dari dalam.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun
“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat
Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah
Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja
Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU
Alun-Alun Stabat yang Berubah Jadi Kolam, Cermin Buram Tata Kota Langkat
Ketika Wakil Rakyat Lupa Menjadi Teladan
Dulu Dicopot Karena Tahanan Kabur, Kini Kapolres Langkat Dituding Tutup Mata atas Skandal Besar!

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 06:45 WIB

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun

Kamis, 9 April 2026 - 09:28 WIB

“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:33 WIB

Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:10 WIB

Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja

Sabtu, 22 November 2025 - 17:28 WIB

Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU

Berita Terbaru