Diduga Terikat Janji dengan Jokowi, KPK Ciut ke Bobby Nasution

- Pewarta

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 21:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA, LANGKATODAY – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini belum berani menyentuh Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam kasus korupsi proyek jalan yang mencuat di Tapanuli Selatan.

Meski majelis hakim sudah meminta KPK menghadirkan Bobby di persidangan sebagai saksi, tapi KPK belum mau memenuhinya. Terkesan kalau lembaga anti korupsi itu berusaha melindungi Bobby sehingga menantu Jokowi itu dianggap tidak terlibat dalam kasus korupsi yang dilakukan anak buahnya.

Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) pada Jumat (24/10) mendatangi KPK untuk menuntuk sikap adil dari lembaga itu. Mereka mendesak agar KPK bersikap tegas dan berani memeriksa serta menetapkan Bobby Nasution sebagai pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban dalam kasus Operasi Tangkap Tangan kasus korupsi jalan di Sumut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apalagi menurut Azmi, anak buah Bobby di kantor Gubernur Sumut sudah ada yang mengakui kalau mereka menerima uang suap dari kasus itu.

“Anak buahnya sudah mengakui, mana mungkin gubernur tidak dapat jatah. Yang benar saja. Hakim kan sudah meminta agar Bobby dihadirkan di persidangan, mengapa KPK masih mau melindunginya?” kata Koordinator Nasionalnya KAMAK, Azmi Hadly.

Baca Juga:  Ojol Sumut Bergerak, Bobby Nasution Teken Dukungan UU Transportasi Online

Sejauh ini baru Topan Ginting, mantan Kepala Dinas PUPR Sumut yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Topan adalah tangan kanan Bobby sejak keduanya masih bertugas di Pemko Medan.  Ke manapun Bobby bertugas, Topan selalu ada di sampingnya. Bahkan KPK sudah mengakui kalau aksi Topan menerima uang suap dari kontraktor tidak lepas dari perintah atasannya.

Maka itu, menurut Azmi Hadly, KPK tidak boleh berhenti hanya pada penetapan tersangka Topan Ginting semata.

“Kami menilai kasus ini tidak mungkin berdiri sendiri. KPK harus berani menelusuri aliran dana dan hubungan pertanggungjawaban secara struktural. Bobby Nasution sebagai atasan langsung tentu harus dimintai keterangan,” kata Azmi, Jumat (24/10/2025).

Azmi menambahkan, publik menanti keseriusan KPK dalam mengungkap kasus korupsi di lingkungan Pemprovsu secara utuh, tanpa pandang bulu.

“Jangan ada kesan tebang pilih. KPK harus berani memanggil Bobby Nasution bila memang ditemukan indikasi keterlibatan atau pembiaran dalam praktik suap yang menjerat bawahannya,” jelasnya.

KAMAK juga mengingatkan bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada pelaku di level pelaksana teknis.

“Kita ingin hukum ditegakkan secara menyeluruh. Siapa pun yang terlibat harus diproses, termasuk bila itu seorang kepala daerah,” jelas Azmi Hadly.

Baca Juga:  Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel KPK, Stiker "Dalam Pengawasan" Terpasang

KAMAK menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta masyarakat sipil untuk ikut mengawasi langkah-langkah KPK ke depan.

“KPK jangan sampai kehilangan nyali dalam menegakkan keadilan. Kasus ini ujian besar bagi integritas lembaga antirasuah,” pungkas Azmi.

KAMAK menduga, sikap KPK  yang tidak berani menyentuh Bobby karena keterikatan mereka dengan janji dengan Jokowi. Hal ini bisa dipahami sebab semua pimpinan KPK yang menjabat saat ini adalah orang-orang pilihan Jokowi.

Saat dipilih, mereka sudah berjanji tidak akan mau menyentuh keluarga Jokowi dalam kasus korupsi.

Apalagi pimpinan KPK dan ketua tim penyidiknya adalah pejabat dari kepolisian. Sementara semua orang tahu, Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo adalah orang yang sangat dekat dengan Jokowi.

Karir Sigit di kepolisian melonjak cepat berkat bantuan Jokowi. Tak heran jika Kapolri juga turut melindungi keluarga Jokowi. Janji-janji ini yang membuat KPK tak berkutik menghadapi kasus korupsi keluarga Jokowi, meski bukti dan saksi sangat kuat.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu
Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Terbaru