Jakarta, Langkatoday.com – Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, meyakini Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpeluang menjadi Presiden RI setelah mendampingi Prabowo Subianto selama dua periode.
Pernyataan itu disampaikan Dian saat menanggapi kritik dan gugatan terhadap Gibran, termasuk polemik latar belakang pendidikannya, dalam diskusi publik yang disiarkan Nusantara TV, Selasa (13/10).
Dian menyamakan situasi yang dihadapi Gibran dengan perjalanan politik ayahnya, Joko Widodo, yang menurutnya juga menghadapi berbagai serangan politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bagi saya, saya melihat Mas Gibran ini persis seperti melihat Pak Jokowi waktu dulu,” ujar Dian.
Ia menilai berbagai kritik dan gugatan tidak serta-merta menutup peluang politik Gibran. Dian juga mempertanyakan polemik dokumen pendidikan yang, menurutnya, telah ditunjukkan kepada publik tetapi masih dipersoalkan sejumlah pihak.
Namun, persoalan pendidikan Gibran memiliki konteks hukum tersendiri. Dalam putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan mengenai ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang dapat dijadikan dasar penyetaraan dengan pendidikan minimal tamat SMA atau sederajat.
Meski demikian, MK tidak membatalkan ataupun mendiskualifikasi Gibran dari jabatan wakil presiden. Permohonan para pemohon dinyatakan tidak dapat diterima karena persoalan kedudukan hukum.
Di tengah polemik tersebut, Dian tetap menyampaikan keyakinannya mengenai masa depan politik Gibran.
“Saya jadi ada keyakinan suatu saat nanti Mas Gibran ini akan jadi Presiden setelah mendampingi Pak Prabowo dua periode,” ucapnya.
Pernyataan itu menjadi pandangan politik Dian, bukan kepastian mengenai arah kepemimpinan nasional. Peluang Gibran menuju kursi presiden pada masa mendatang tetap bergantung pada dinamika politik, proses konstitusional, serta dukungan publik.
Editor : Fadli













Komentar