Stabat, Langkatoday.com – Pemerintah Kabupaten Langkat mulai menyusun Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) 2026–2045 sebagai pedoman pengembangan pariwisata jangka panjang yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penyusunan ditandai dengan pembukaan Focus Group Discussion (FGD) oleh Sekretaris Daerah Langkat Amril, S.Sos., M.AP., mewakili Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, S.H., di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Senin (19/10).

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Amril mengatakan, Langkat memiliki potensi wisata alam dan budaya yang besar, termasuk Bukit Lawang dan Tangkahan. Potensi tersebut perlu dikembangkan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta melibatkan masyarakat setempat.
Menurutnya, RIPPARDA baru disusun karena dokumen perencanaan sebelumnya telah berakhir masa berlakunya. Dokumen baru diharapkan dapat memetakan potensi wisata hingga tingkat desa sekaligus menetapkan program prioritas yang realistis.
Ia menekankan enam aspek utama dalam pembangunan pariwisata, yakni keberlanjutan lingkungan, pelibatan masyarakat, keterpaduan destinasi, peningkatan infrastruktur dan tata kelola, promosi digital, serta program yang terukur.
Amril juga mendorong pengembangan desa wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), homestay, kuliner lokal, kerajinan, dan ekonomi kreatif agar pariwisata membuka lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Selain pengembangan destinasi, Pemkab Langkat menilai peningkatan akses jalan, transportasi, sanitasi, fasilitas keselamatan, pengelolaan sampah, dan konektivitas digital menjadi faktor penting untuk mendukung kenyamanan wisatawan.
“Perencanaan yang kita susun harus benar-benar menjawab kebutuhan dan tantangan di lapangan,” tegas Amril.
Ia meminta perangkat daerah, camat, dan kepala desa memberikan masukan berdasarkan potensi wilayah masing-masing serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
FGD tersebut menghadirkan ahli perencanaan wilayah dan kota dari Pusat Unggulan IPTEK Pariwisata Berkelanjutan Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Anthony Veery Madianta, S.T., M.T., IAP, serta tenaga ahli pembanding Adhanil Bushara, S.T., dan Nur Haitami.
Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Langkat Hj. Nur Elly Heriani Rambe, M.M., serta sejumlah camat dan kepala desa yang memiliki potensi wisata.
Melalui penyusunan RIPPARDA 2026–2045, Pemkab Langkat berharap pembangunan pariwisata lebih terarah, mampu meningkatkan daya saing destinasi, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Editor : Fadli













Komentar