Waspadai Predator Seksual di Medsos, Orang Tua Disarankan Cek Ponsel Anak

- Kontributor

Rabu, 30 April 2025 - 09:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday)Predator seksual bisa mengintai anak di media sosial dan rimba raya dunia maya. Hal tersebut tentu sangat mencemaskan. Apalagi, di era digital seperti sekarang, setiap anak sudah memiliki gawai masing-masing, yang di dalamnya telah terpasang berbagai aplikasi media sosial.

Sayangnya, banyak anak belum memahami pemakaian media sosial yang tepat. Kepolosan anak serta berbagai celah bisa dimanfaatkan oleh pelaku kriminal, termasuk predator seksual, untuk mendekati anak dan melancarkan aksi jahat.

Psikolog anak, remaja, dan keluarga Sani Budiantini Hermawan mengatakan sudah banyak korban anak berjatuhan karena pemahaman yang kurang terkait penggunaan media sosial. Karena itu, orang tua harus proaktif menjaga interaksi anak di media sosial.

“Yang dilakukan orang tua semestinya memberi informasi ke anak, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Beri masukan dan pengetahuan kepada anak sehingga mereka paham mengenai kondisi yang bisa mengancam,” kata Sani kepada awak media.

Baca Juga:  Disdik Langkat Bantah Kebijakan Medsos Sekolah Abaikan Perlindungan Data Anak

Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani itu mengatakan, tidak ada salahnya menyampaikan data atau pemberitaan terkait bahaya media sosial kepada anak sebagai langkah antisipasi. Dengan begitu, orang tua dan anak bisa satu frekuensi.

Pengawasan orang tua atas pemakaian ponsel dan media sosial anak disebut Sani sangat penting. Tidak masalah mengecek ponsel dan media sosial anak secara berkala, terutama yang masih di bawah umur. Akan tetapi, orang tua perlu melakukannya dengan cara yang tepat.

Beri pemahaman kepada anak bahwa pengawasan dan pengecekan itu bukan karena mencurigai atau tidak percaya pada anak, tapi karena memang ada ancaman bahaya yang besar. Dengan begitu, anak juga bisa ikut bekerja sama memberi tahu orang tua jika ada konten atau pesan dari orang mencurigakan.

Baca Juga:  Majelis taklim Al Haura Gelar Sholat Tasbih dan Santunan

Jika anak menolak, mungkin karena orang tua tidak memberikan pemahaman atau informasi yang cukup, serta bahasa yang kurang dipahami anak. Sani menyarankan menggunakan bahasa yang cocok untuk anak, menyampaikan data ancaman siber, juga melakoni pendekatan yang tepat.

“Tanyakan pada anak, hal apa yang dilakukan orang tua yang membuatnya berkenan. Anak juga punya suara memilih dan memilah cara apa yang cocok sehingga pada akhirnya tujuan orang tua tercapai, yakni anak sadar dan menjadi wise user atau smart user,” ujar Sani. (rel/rol)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:59 WIB

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Berita Terbaru