Warga Terendam Banjir Parah di Langkat, Bupatinya Malah Pilih Hadir Acara Penghargaan di Medan

- Kontributor

Minggu, 30 November 2025 - 11:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT, LANGKATODAY Ribuan warga di Kabupaten Langkat masih bertahan di tengah banjir besar yang melumpuhkan sembilan kecamatan sejak Rabu (26/11). Di saat warga kesulitan makanan, listrik padam, dan akses utama terputus, Bupati Langkat Syah Afandin (Ondim) justru terlihat menghadiri acara Penghargaan dan Apresiasi Mitra Kerja Bank Indonesia Sumut 2025 di Hotel Adimulia, Medan, Jumat (28/11) malam.

Kehadiran bupati di acara tersebut memicu kritik publik karena kondisi bencana di Langkat kian memburuk. Video dan foto Ondim mengenakan batik hitam dan menerima penghargaan viral di media sosial. Usai acara, saat disapa wartawan, ia memilih meninggalkan lokasi tanpa menjawab pertanyaan terkait banjir di daerahnya.

Baca Juga:  Data PDDikti Tak Temukan Riwayat S1 Bupati Langkat, Dugaan Ijazah Palsu Kian Menguat

Sementara itu, situasi di Langkat masih darurat. Warga mengungsi di masjid-masjid dan bangunan dua lantai setelah rumah mereka tenggelam hingga setinggi dua meter. Listrik dan jaringan komunikasi padam sejak Kamis (27/11), membuat informasi dan koordinasi semakin terputus.

“Gak ada bantuan satupun kak. Kami sudah terancam, masih di masjid. Mama pun udah gak enak badan,” ujar Amelia Lubis, pengungsi di Masjid Istiqomah, Desa Teluk Bakung, Tanjung Pura, Sabtu (29/11). Ia menyebut evakuasi dilakukan seadanya menggunakan ban oleh kepala dusun karena perahu karet tidak tersedia.

Banjir berdampak pada sembilan kecamatan: Besitang, Pematang Jaya, Brandan Barat, Sei Lepan, Babalan, Tanjung Pura, Batang Serangan, Padang Tualang, dan Gebang. Besitang dan Brandan Barat menjadi daerah terparah dengan air mencapai dua meter dan merendam ribuan rumah, termasuk kantor Koramil 14 Besitang.

Baca Juga:  Jelang Mutasi, Harta Kapolres Langkat AKBP David Triyo Tembus Rp2,58 Miliar

Akses Jalan Lintas Sumatera Medan–Aceh lumpuh total. Perahu dan sampan menjadi satu-satunya jalur evakuasi.

Tragedi juga terjadi di Kecamatan Babalan, ketika dua anak berusia 2 dan 5 tahun meninggal dunia setelah mobil yang mereka tumpangi terperosok ke parit saat menghindari banjir.

Hingga hari ini, Pemerintah Kabupaten Langkat belum mengeluarkan data resmi jumlah pengungsi, korban terdampak, maupun progres bantuan. Minimnya respons pemerintah memicu kemarahan warga yang merasa dibiarkan menghadapi banjir sendiri.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:59 WIB

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Berita Terbaru