Uang Sudah Dikembalikan, Tapi Oknum Masih Aman? Dugaan Pungli Polisi Langkat jadi Paradox Penegakan Hukum

- Kontributor

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday) – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang menyeret dua oknum polisi di lingkungan Polres Langkat terus menjadi sorotan. Kedua oknum tersebut masing-masing berinisial D dari Unit PPA Polres Langkat dan N dari Polsek Stabat. Keduanya sebelumnya diduga menerima uang dari keluarga korban dalam proses pelaporan kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Baca beritanya disini: Lapor Anak Dipukul, Malah Diminta Bayar Berkali-Kali! Dugaan Pungli Polisi di Langkat Disorot

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total uang yang disebut diberikan oleh keluarga korban mencapai Rp2.550.000—masing-masing Rp1.500.000 kepada D dan Rp1.050.000 kepada N. Belakangan, setelah isu ini mencuat ke publik, keluarga menyatakan bahwa seluruh uang tersebut telah dikembalikan oleh kedua oknum tersebut.

Baca beritanya disini: Polisi Kembalikan Uang, Minta Video Klarifikasi: Keadilan atau Pencitraan?

Konfirmasi Kapolres, Namun Belum Ada Tanggapan

Tim redaksi Langkatoday.com telah berupaya menghubungi Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si guna meminta keterangan dan klarifikasi terkait tindak lanjut institusional terhadap kedua anggotanya yang diduga terlibat pungli.

Namun hingga berita ini dinaikkan, tidak ada tanggapan resmi dari pihak Kapolres Langkat. Tidak ada informasi mengenai apakah telah dilakukan pemeriksaan internal, sidang etik, atau bentuk sanksi lainnya terhadap kedua oknum yang dimaksud.

Kampanye Antipungli vs Realita Lapangan

Ketidaktegasan sikap ini memunculkan paradoks mencolok di tubuh Polres Langkat. Di satu sisi, akun resmi Humas Polres Langkat gencar mengampanyekan komitmen pemberantasan pungli, pelayanan publik tanpa biaya, dan reformasi Polri melalui berbagai kanal media sosial.

Namun di sisi lain, ketika ada laporan dugaan pungli yang menyeret anggotanya sendiri, tidak terlihat ada tindakan terbuka atau informasi kepada publik. Padahal, uang telah berpindah tangan dan baru dikembalikan setelah menjadi sorotan warga dan media.

View this post on Instagram

A post shared by Humas Polres Langkat (@humaspolreslangkat)

Publik Berhak Tahu, Institusi Harus Bertindak

Pertanyaan besar pun muncul: Apakah proses etik sudah dijalankan? Apakah kedua oknum tersebut akan diberi sanksi? Atau kasus ini akan berakhir begitu saja setelah uang dikembalikan?

Publik tentu berharap keadilan tidak hanya tajam ke bawah, tapi juga berani menegakkan integritas ke dalam. Dalam iklim kepercayaan yang rapuh, diamnya pimpinan bisa lebih berbahaya dibandingkan pelanggaran itu sendiri. (red)

Ikuti WhatsApp Channel Langkatoday Follow

Berita Terkait

Kades Pasar Rawa Gebang HM Minta Maaf, Wirdatul Akmal Resmi Cabut Laporan
KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Uang Tunai Disita
MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, Denny Indrayana: Mas Gibran Mundur Deh
Yaqub Menyesal Beri Rp1 Miliar ke Ondim: Istri Sedang Hamil, Ibu Meninggal Saat Saya Ditangkap
KPK Periksa Tiga Pejabat Disdik dan Kades Ara Condong Terkait Kasus Syah Afandin
KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut
Syah Afandin Akui Terima Fee Proyek, KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp1 Miliar
Ondim Tersenyum Saat Tiba di PN Medan, Jadi Saksi Sidang Dugaan Suap

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:52 WIB

Kades Pasar Rawa Gebang HM Minta Maaf, Wirdatul Akmal Resmi Cabut Laporan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:23 WIB

KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Uang Tunai Disita

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:10 WIB

MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, Denny Indrayana: Mas Gibran Mundur Deh

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Yaqub Menyesal Beri Rp1 Miliar ke Ondim: Istri Sedang Hamil, Ibu Meninggal Saat Saya Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:19 WIB

KPK Periksa Tiga Pejabat Disdik dan Kades Ara Condong Terkait Kasus Syah Afandin

Terbaru

Chat via WhatsApp