Tolak Tawaran Dialog Trump, Iran: Selama Ramadan Kami Tak Berbicara dengan Setan

- Kontributor

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Abbas Araghchi menegaskan tidak akan ada lagi peluang berdialog dengan Amerika Serikat.

Sebaliknya, Garda Revolusi akan melakukan perang habis-habisan membalas serangan agresi AS serta Israel. Hanya Iran yang berhak menentukan kapan perang akan selesai.

Dalam wawancaranya dengan PBS News, dikutip hari Selasa (10/3), Abbas secara efektif menutup peluang dialog dengan Washington.

Ia merujuk pada sejarah panjang pengkhianatan yang dirasakan Iran setiap kali mencoba duduk di meja perundingan dengan Amerika.

Araghchi mencatat bahwa serangan pembuka AS pada 28 Februari lalu terjadi justru setelah adanya pembicaraan yang disebut Washington mengalami kemajuan.

“Tembakan terus berlanjut, dan kami bersiap. Kami sangat siap untuk terus menyerang mereka dengan rudal-rudal kami selama diperlukan dan selama waktu yang dibutuhkan,” tegas Araghchi.

Ia juga menambahkan, “Saya tidak berpikir berbicara dengan orang Amerika lagi akan ada dalam agenda kami.”

Pihak Iran mengklaim bahwa tujuan awal AS dan Israel untuk melakukan perubahan rezim di Teheran telah gagal total pada hari-hari pertama perang. Kini, Araghchi menyebut kekuatan Barat tersebut beroperasi tanpa tujuan yang jelas atau “tanpa arah”.

Keputusan itu tampaknya didukung oleh masyarakat Iran sendiri. Mereka beramai-ramai turun ke jalan untuk mendukung Ayatollah Mojtaba Khamenei untuk membalas kematian para martir dalam serangan agresi AS-Israel.

“Selama bulan Ramadhan, kami tidak berbicara dengan setan,” demikian pernyataan warga Iran yang bersebaran di media-media sosial.

Baca Juga:  Iran Diwarnai Kontroversi Politik, Tetap Rebut Poin Usai Tahan Imbang Selandia Baru 2-2 di Piala Dunia 2026

Ketegasan Iran juga datang dari Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf. Ia menegaskan bahwa Teheran sama sekali tidak mencari jalan damai atau gencatan senjata saat ini.

Baginya, satu-satunya cara menghentikan agresi adalah dengan kekuatan fisik yang melumpuhkan.

“Kami sama sekali tidak mencari gencatan senjata. Kami percaya bahwa agresor harus dipukul mulutnya agar dia mendapat pelajaran sehingga dia tidak akan pernah berpikir untuk menyerang Iran tercinta lagi,” tulis Qalibaf di akun X miliknya.

Ia menuduh Israel dan AS hanya menggunakan siklus “perang-negosiasi-gencatan senjata” untuk mengonsolidasikan dominasi mereka di kawasan.

Trump Ancam Balas Dendam 20 Kali Lipat

Sementara Donald Trump tetap menunjukkan sikap optimis yang agresif. Dalam konferensi pers di Florida, Trump mencoba menenangkan pasar saham dan menekan harga minyak yang sempat melonjak melewati USD 100 per barel. Ia menyebut operasi militer ini hanyalah sebuah “ekspedisi jangka pendek”.

“Ini akan segera berakhir, dan jika itu dimulai lagi, mereka akan dipukul lebih keras lagi,” kata Trump.

Ia juga mengklaim kemenangan sepihak dengan berujar, “Kita sudah menang dalam banyak hal, tetapi kita belum cukup menang.”

Namun, ancaman Trump meningkat drastis ketika ia membahas kemungkinan Iran memblokade pasokan minyak global.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengancam akan memberikan serangan dengan skala yang tak terhitung besarnya.

Baca Juga:  Mojtaba Khamenei Tegaskan Perdamaian Akan Terjadi saat AS-Israel Bertekuk Lutut

“Jika Iran melakukan apa pun yang menghentikan aliran Minyak di dalam Selat Hormuz, mereka akan dipukul oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LIPAT lebih keras daripada yang pernah mereka alami sejauh ini,” tulisnya.

Trump memperingatkan bahwa serangan tersebut akan sangat dahsyat sehingga tidak mungkin bagi Iran atau siapa pun yang membantu mereka untuk bisa pulih kembali.

Krisis Energi dan Selat Hormuz yang Tercekik

Dampak nyata dari perang ini paling dirasakan pada sektor energi global. Selat Hormuz, jalur pelayaran krusial yang membawa 20 persen pasokan minyak dunia, kini praktis terblokade.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan satu tetes pun minyak meninggalkan kawasan tersebut selama serangan AS-Israel berlanjut.

CEO raksasa minyak Saudi Aramco, Amin Nasser, mengungkapkan bahwa kapal-kapal tanker kini terpaksa dialihkan untuk menghindari Selat Hormuz.

Meskipun jalur pipa Timur-Barat sedang dipacu hingga kapasitas penuh sebesar 7 juta barel per hari menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah, namun volume minyak yang tertahan tetap sangat signifikan.

“Situasi di Selat Hormuz memblokir volume minyak yang cukup besar dari seluruh wilayah,” kata Nasser.

Ia memperingatkan jika perang ini berlanjut dalam waktu lama, dampaknya terhadap ekonomi global akan sangat serius, terutama pada lonjakan harga bahan bakar bensin dan avtur.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan
Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa
Momen Wakil DPRD Langkat Ajai Ismail Tepuk Meja Saat RDP, Suasana Memanas
RDP DPRD Langkat Memanas, HIMMAH Soroti Arogansi dan Krisis Kemandirian Fiskal
Sah! Pemkab dan DPRD Langkat Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD TA 2026
Margono Djojohadikusumo: Kakek Prabowo, Pendiri BNI yang Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hasto Kristiyanto Hadirin Peletakan Batu Pertama Kantor PDI Perjuangan Samosir
Hasto di Samosir: Indonesia Rumah Bersama, Danau Toba Harus Dijaga untuk 100 Tahun ke Depan

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:46 WIB

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:34 WIB

Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Momen Wakil DPRD Langkat Ajai Ismail Tepuk Meja Saat RDP, Suasana Memanas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:02 WIB

RDP DPRD Langkat Memanas, HIMMAH Soroti Arogansi dan Krisis Kemandirian Fiskal

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Sah! Pemkab dan DPRD Langkat Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD TA 2026

Berita Terbaru