Skandal “Sparepart KW” di PT Inalum: Mafia Vendor Diduga Main Mata dengan Orang Dalam, RCW Desak KPK Turun Tangan!

- Kontributor

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Batu Bara, Langkatoday.com – Aroma korupsi menyengat tercium dari operasional PT Indonesia Asahan Aluminium (PT Inalum) di Kuala Tanjung. Perusahaan raksasa BUMN ini diduga menjadi “ladang bancakan” para mafia melalui pengadaan suku cadang palsu (KW) hingga aksi pencurian sparepart yang melibatkan pihak vendor dan oknum pejabat internal.

Lembaga Republic Corruption Watch (RCW) secara tegas mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera membongkar jaringan “mafia tingkat dewa” yang bercokol di sana.

Dokumen Rekayasa: Merek Jepang, Isinya Palsu?

Ketua Bidang Analisa Data dan Pelaporan RCW, Sunaryo, mengungkap fakta mengejutkan terkait manipulasi dokumen administrasi. Berdasarkan temuan RCW, terdapat ketidaksesuaian antara Kartu Inspeksi resmi PT Inalum dengan kondisi fisik barang di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam kartu inspeksi tercantum merek Meidensha, namun fisiknya polos tanpa logo. Kami menduga cek fisik hanya formalitas. PT Inalum sengaja meloloskan barang vendor tertentu meski mereknya tidak sesuai,” ujar Sunaryo kepada media, Senin (9/2).

Ironisnya, surat resmi dari Satuma Jepang selaku produsen asli (Original Equipment Manufacturer) tertanggal 1 Maret 2024, secara tegas menyatakan bahwa barang yang diterima PT Inalum tersebut adalah palsu.

Negara Rugi Miliaran, Bukti 64 Unit Barang Ilegal

Sunaryo membeberkan bahwa sejak Desember 2024 hingga Januari 2025, sedikitnya ditemukan 64 unit barang yang diduga palsu telah masuk ke gudang perusahaan. Ia mempertanyakan alasan PT Inalum menolak barang legal namun justru menerima barang yang sudah dinyatakan palsu oleh produsen aslinya.

“Laporan ini sedang kami siapkan untuk diserahkan langsung ke Kejagung, KPK, hingga Presiden di Jakarta. Fakta mana lagi yang mau didustakan?” tegasnya.

Dugaan Pencurian Melibatkan “Orang Dalam”

Tak hanya soal barang palsu, RCW juga menyinggung dugaan pencurian suku cadang presimeyer yang melibatkan kerja sama antara oknum internal PT Inalum dengan rekanan berinisial PT CJP. Terduga pelaku bahkan dikabarkan pernah tertangkap tangan saat membawa suku cadang menggunakan mobil vendor.

RCW mendesak penyidik untuk segera memeriksa GM Logistik PT Inalum, Bambang Heru, sebagai pihak yang dinilai paling bertanggung jawab atas rantai pengadaan dan keamanan logistik di perusahaan tersebut.

Tabrak Berbagai Regulasi

Jika terbukti, tindakan ini dinilai melanggar sederet aturan berat, mulai dari:

  • UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN (Tata kelola profesional & transparan).
  • UU No. 5 Tahun 1999 (Larangan praktik monopoli & persaingan usaha tidak sehat).
  • Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Kasus ini menambah daftar panjang polemik di PT Inalum setelah sebelumnya sempat terseret dalam sengketa transaksi gas dengan PT PGN dan penjualan Aluminium Alloy.

Ikuti WhatsApp Channel Langkatoday Follow

Berita Terkait

Kades Pasar Rawa Gebang HM Minta Maaf, Wirdatul Akmal Resmi Cabut Laporan
KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Uang Tunai Disita
Mobil Dinas RSUD Djoelham Binjai Diduga Menunggak Pajak, BPKPAD: Tidak Tercatat di Aset Pemko
MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, Denny Indrayana: Mas Gibran Mundur Deh
Yaqub Menyesal Beri Rp1 Miliar ke Ondim: Istri Sedang Hamil, Ibu Meninggal Saat Saya Ditangkap
KPK Periksa Tiga Pejabat Disdik dan Kades Ara Condong Terkait Kasus Syah Afandin
Anggota Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Terduga Pelaku Ditangkap
Tega! Marbot Masjid di Lampung Cabuli Gadis Disabilitas 5 Kali di Gudang

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:52 WIB

Kades Pasar Rawa Gebang HM Minta Maaf, Wirdatul Akmal Resmi Cabut Laporan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:23 WIB

KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Uang Tunai Disita

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Mobil Dinas RSUD Djoelham Binjai Diduga Menunggak Pajak, BPKPAD: Tidak Tercatat di Aset Pemko

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:10 WIB

MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, Denny Indrayana: Mas Gibran Mundur Deh

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Yaqub Menyesal Beri Rp1 Miliar ke Ondim: Istri Sedang Hamil, Ibu Meninggal Saat Saya Ditangkap

Terbaru

Chat via WhatsApp