Saat Pejabat Satu per Satu Diciduk KPK, Kardinal Suharyo Bicara Dosa Kekuasaan

- Pewarta

Kamis, 25 Desember 2025 - 17:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Kardinal Suharyo menyoroti pejabat daerah yang ditangkap KPK dan menyerukan pertobatan nasional. (Kurniawan/detikcom)

Kardinal Suharyo menyoroti pejabat daerah yang ditangkap KPK dan menyerukan pertobatan nasional. (Kurniawan/detikcom)

Jakarta, Langkatoday.com – Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo menyoroti maraknya kepala daerah, mulai dari bupati hingga gubernur, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, fenomena tersebut menjadi cermin kegagalan para pemimpin dalam menggunakan jabatan sebagai amanah untuk melayani kepentingan publik.

“Kalau sekarang kita membaca berita-berita, melihat televisi hari-hari ini, sudah sekian kali kita membaca berita bupati ini ditangkap KPK, gubernur itu, dan sebagainya. Ini kan artinya jabatannya tidak untuk mewujudkan kebaikan bersama, dia harus bertobat,” kata Kardinal Suharyo usai memberikan khotbah Natal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12).

Baca Juga:  Dicabut Kesultanan, Djohar Arifin: Saya Sudah Kembalikan Gelar Adat Sejak 2021

Kardinal Suharyo menegaskan bahwa jabatan publik bukanlah simbol kenyamanan atau kekuasaan, melainkan tanggung jawab moral yang harus dijalankan demi kesejahteraan masyarakat luas. Ia menilai, banyak pejabat keliru memaknai posisi yang mereka emban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Siapa pun yang berada dalam suatu jabatan, harapannya bukan sekadar menduduki jabatan. Kursinya memang diduduki, enak sekali duduk di kursi itu, tetapi yang seharusnya dilakukan adalah mengemban amanah,” ujarnya.

Baca Juga:  Karangan Bunga Banjiri Gedung KPK, Minta Bobby Diperiksa Dan Dijadikan Tersangka

Ia menambahkan, perubahan pola pikir mutlak diperlukan di semua tingkatan kepemimpinan agar jabatan tidak lagi dipandang sebagai privilese, melainkan sebagai sarana pelayanan. Kardinal Suharyo juga menekankan pentingnya pertobatan dan refleksi moral bagi para pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah dan kembali memicu keprihatinan publik terhadap integritas pemimpin di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB