Rupiah Tembus Rp17.703 per Dolar AS, Pengamat Soroti Efek Timur Tengah dan Impor Pangan

- Kontributor

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (19/5). Mata uang Garuda ditutup melemah ke level Rp17.703 per dolar AS atau turun 35 poin dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp17.680.

Bahkan sepanjang perdagangan hari ini, rupiah sempat menyentuh titik terendah dengan pelemahan hingga 70 poin sebelum akhirnya ditutup di level tersebut.

Pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen global dan faktor domestik yang masih menekan pasar keuangan Indonesia.

“Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 35 poin, sebelumnya sempat melemah 70 poin di level Rp17.703 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.680,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (19/5).

Menurut Ibrahim, salah satu faktor utama datang dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pasar disebut masih khawatir terhadap situasi pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran demi membuka ruang negosiasi nuklir.

Baca Juga:  MBG Tetap Jalan Saat Libur Sekolah, Ekonom: Ironis di Tengah Derita Korban Bencana Sumatera

Meski Trump menyebut peluang tercapainya kesepakatan cukup besar, pasar global disebut masih bersikap hati-hati karena Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia dinilai belum sepenuhnya aman.

Selain itu, kebijakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang memperpanjang pengecualian sanksi minyak Rusia selama 30 hari juga ikut menjadi perhatian pasar global.

“Ketidakpastian ini membuat dolar AS tetap perkasa. Di sisi lain, penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global yang berujung pada tekanan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” jelas Ibrahim.

Tidak hanya faktor eksternal, Ibrahim juga menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan sebagai salah satu penyebab tekanan terhadap rupiah.

Baca Juga:  Rupiah Tertekan ke Level Rp17.223, Dampak Trump Tolak Proposal Damai Iran

Ia menyebut sejumlah komoditas strategis nasional masih sangat bergantung pada impor, seperti gandum yang sepenuhnya impor, kedelai sekitar 90 persen, bawang putih 95 persen, gula sekitar 60 persen, hingga daging sapi dan kerbau sekitar 54 persen.

Menurutnya, pelemahan rupiah otomatis membuat biaya impor semakin mahal karena transaksi mayoritas menggunakan dolar AS.

“Kondisi pelemahan rupiah ini otomatis meningkatkan biaya impor. Pada akhirnya, peningkatan biaya impor ini berisiko menimbulkan kenaikan harga pangan di dalam negeri,” katanya.

Ia menambahkan kondisi tersebut berpotensi memicu imported inflation atau inflasi impor akibat lemahnya nilai tukar dan tingginya ketergantungan terhadap barang impor.

Untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi rupiah masih bergerak fluktuatif namun cenderung kembali melemah.

“Untuk perdagangan besok, rupiah kemungkinan besar ditutup melemah di rentang Rp17.700 hingga Rp17.750 per dolar AS,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
PC HIMMAH Langkat Audiensi dengan Dinas Koperasi, Dukung Program Sertifikasi Halal Bagi UMKM
Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027
KADIN Langkat Satukan Dunia Usaha, Pemerintah dan Perbankan Bahas Ekonomi Daerah
Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Prabowo Yakin Indonesia Bangkit: Beberapa Tahun Lagi Tidak Akan Ada yang Bisa Bendung Kita
Tiorita Promosikan Produk Unggulan Langkat di APKASI Otonomi Expo 2026

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Rabu, 2 September 2026 - 20:46 WIB

PC HIMMAH Langkat Audiensi dengan Dinas Koperasi, Dukung Program Sertifikasi Halal Bagi UMKM

Selasa, 1 September 2026 - 15:55 WIB

Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:29 WIB

KADIN Langkat Satukan Dunia Usaha, Pemerintah dan Perbankan Bahas Ekonomi Daerah

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya

Berita Terbaru