Peran Keluarga Jadi Kunci, Dosen Helvetia Sosialisasikan Pendampingan Lansia Sehat dan Bahagia

- Pewarta

Senin, 1 Juni 2026 - 10:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Dosen Institut Kesehatan Helvetia Medan kembali melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mengangkat tema “Strategi Pendampingan Lansia”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (31/5) ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pendampingan terhadap lanjut usia (lansia), khususnya dalam menjaga kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Tim pengabdian masyarakat terdiri dari dr. Wan Tisya Muhaira, M.Ked(DV), Sp.DVE, dr. Suzan Fhitriana Pakpahan, M.Kes, dr. Dira Wahyuni S., M.Ked(Neu), Sp.N, dan Chairul Razzaq Arrifai.

Dalam kegiatan tersebut, para dosen memberikan edukasi mengenai peran strategis keluarga sebagai pendamping (caregiver) bagi lansia. Materi yang disampaikan mencakup cara mengenali tanda-tanda depresi dan demensia, membangun komunikasi yang efektif, hingga upaya mencegah isolasi sosial yang kerap dialami kelompok usia lanjut.

Baca Juga:  Dosen Institut Kesehatan Helvetia Edukasi Warga Tebing Tinggi soal Mekanisme Pengaduan Pelayanan Kesehatan

Menurut tim pengabdian, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menuntut keterlibatan keluarga yang lebih aktif dalam memberikan dukungan fisik maupun psikologis. Pendampingan yang baik dinilai mampu membantu lansia menjalani masa tua dengan lebih sehat, mandiri, dan bermakna.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang dipadukan dengan praktik sederhana mengenai teknik relaksasi serta strategi membangun dukungan emosional dalam keluarga.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mendorong lansia tetap aktif bersosialisasi, menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta memastikan kepatuhan terhadap pengobatan yang dijalani.

Tim pengabdian menjelaskan bahwa kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan mental lansia.

Baca Juga:  Dosen Institut Kesehatan Helvetia Edukasi Warga Kelurahan Satria tentang Keselamatan Pasien

Dukungan emosional yang berkelanjutan diyakini mampu menurunkan risiko depresi, memperlambat penurunan fungsi kognitif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan lansia secara menyeluruh.

Melalui kegiatan ini, Institut Kesehatan Helvetia berharap masyarakat semakin memahami bahwa merawat lansia bukan hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis dan sosial mereka.

Dengan pendampingan yang tepat, lansia diharapkan dapat menjalani masa tua yang sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen Institut Kesehatan Helvetia Medan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan anggotanya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebanyakan Nonton Short Video Bisa Ubah Aktivitas Otak? Ini Temuan Peneliti
Erupsi Sinabung, 208 KK atau 650 Jiwa Mengungsi di Karo
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:27 WIB

Kebanyakan Nonton Short Video Bisa Ubah Aktivitas Otak? Ini Temuan Peneliti

Minggu, 6 September 2026 - 15:07 WIB

Erupsi Sinabung, 208 KK atau 650 Jiwa Mengungsi di Karo

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WIB

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Terbaru