Muncul Spekulasi Publik Terkait Hilangnya Uang Rp150 Juta Milik Bendahara KPU Langkat

- Kontributor

Sabtu, 30 November 2024 - 11:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Ilustrasi

STABAT (Langkatoday)Polisi dan KPU Langkat harus mengungkap dimanakah makan bakso atau minum es campur sehingga uang Rp 150 Juta yang dikabarkan dicuri maling dalam mobil Bendahara KPU Langkat raib di Pasar Stabat, Selasa (26/11).

Menjadi pertanyaan adakah kerusakan dipintu mobil? Jika dirusak apakah mobil tidak hidup alarmnya? Apakah tidak ada CCTV di sekitar lokasi?

“Polisi harus mendalami, uang Rp150 juta sebenarnya milik pejabat yang diangkut memakai mobil KPU Langkat atau uang negara yang dialokasikan untuk anggaran apa?” kata Direktur Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN) Institute, Muhammad Mualimin SH MH, Sabtu (29/11).

Baca Juga:  Janji Klarifikasi Belum Terpenuhi, Integritas Presma ZU Dipertanyakan Mahasiswa

Lanjut Mualimin, kalau memang uang lembaga KPU Langkat, untuk apa membawa tunai sebanyak itu? Untuk keperluan apa uang sebanyak itu menjelang coblosan?

“Lalu, kalau memang membawa uang dinas/anggaran lembaga, kenapa tidak membawa pengawalan keamanan Kepolisian ketika di perjalanan? Kalau ada indikasi pelanggaran SOP, pejabat yang bertanggung jawab harus disanksi karena kelalaiannya membuat uang negara hilang,” kata mantan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu.

Mualimin menegaskan uang yang dicuri tidak cukup hanya diganti, perlu evaluasi menyeluruh kenapa kalau bisa dicuri dan mungkinkah ada dugaan “main mata” dengan oknum internal?

Baca Juga:  Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Terima Gelar Datok Praja Indra Negeri

Anehnya, tiga hari setelah hilang uangnya, baru dihebohkan.

“Dengan sudah beredarnya kabar pencurian tersebut di media, Kepolisian harus mengusut tuntas supaya tidak menjadi isu yang liar. Dikhawatirkan akan menurunkan kredibilitas KPU Langkat dan publik berpikir macam-macam,” kata Mualimin yang merupakan Ketua Advokat Pengawas Pemilu (Awaslu) itu.

Wartawan mencoba konfirmasi Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Dedi Mirza, belum ada membalas dan memberikan keterangan.

Sementara KPU Langkat Cut Cinta Dewi saat dihubungi melalui Whatsapp dan telepon seluler belum juga menjawab hingga berita ini diterbitkan. (rel/rahim)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:59 WIB

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Berita Terbaru