Mahfud MD Soroti Anggaran Program MBG, Sebut Hanya Rp34 Miliar untuk Konsumsi

- Pewarta

Senin, 27 April 2026 - 05:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD membeberkan fakta baru terkait anggaran fantastis program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dianggap karut-marut.

Mahfud yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara UII ini membeberkan adanya ketimpangan anggaran MBG yang fantastis sekaligus memprihatinkan.

Hal itu dikatakannya saat wawancara di kanal YouTube Forum KEADILAN TV, Jumat (24/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahfud menyebut bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, dari total anggaran triliunan rupiah yang digelontorkan untuk program unggulan MBG ini, serapan untuk bahan pangan justru sangat minim.

“Tadi saya baru dapat, uang yang dikeluarkan MBG yang triliunan itu, yang untuk makan cuma Rp34 Miliar. Sisanya untuk apa? Biaya mobil, biaya kaos, biaya ompreng (wadah makan), dan lain-lain. Ini boros,” tegas Mahfud MD dengan nada tajam.

Ia menilai, ketidakefektifan anggaran ini berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.

Baca Juga:  Keracunan MBG Makin Marak, SPPG Diusulkan Kena Denda hingga Pidana

Karena anggaran terbesar kata dia justru tersebar ke berbagai pos pengeluaran lain yang dinilai tidak krusial, seperti pengadaan kendaraan, perlengkapan, hingga biaya operasional yang dipertanyakan urgensinya.

“Kalau benar angkanya seperti itu, berarti ada masalah serius dalam tata kelola. Harus diperiksa,” ujar Mahfud.

Mahfud menilai, kritik terhadap program MBG seharusnya dijawab Prabowo dengan perbaikan konkret, bukan sekadar narasi.

Mahfud juga menyoroti adanya ketidaksesuaian antara laporan di tingkat pusat dengan kondisi di lapangan, termasuk dugaan kasus keracunan massal dan distribusi yang tidak tepat sasaran.

Bahkan kata Mahfud ia mempertanyakan klaim distribusi bahan pangan dalam jumlah besar, seperti klaim yang menyebutkan MBG sudah membeli 19 ribuan sapi, yang dinilai tidak sejalan dengan fakta di daerah.

“Laporannya besar, tapi realitasnya tidak terlihat,” katanya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi jika benar informasi bahwa Presiden Prabowo Subianto mulai mempertimbangkan perubahan tata kelola MBG agar lebih tepat sasaran.

Baca Juga:  Anggaran Makan Gratis Turun Drastis, Purbaya: Ini Perintah Presiden

“Terutama bagi masyarakat miskin di wilayah 3T yakni tertinggal, terdepan, dan terluar,” katanya.

Namun demikian, Mahfud menegaskan bahwa perubahan kebijakan harus diikuti dengan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran sebelumnya.

Selain itu, Mahfud menyoroti fenomena hedonisme pejabat daerah yang dinilai turut memperburuk persepsi publik terhadap pengelolaan anggaran negara.

Ia menyebut praktik pemborosan anggaran sebagai “brutal” dan berpotensi menjadi budaya yang menular dari pusat ke daerah.

Meski demikian, Mahfud mengakui bahwa program MBG tetap memiliki dampak positif bagi masyarakat miskin.

Banyak warga yang merasakan manfaat langsung, meskipun kualitas tata kelola masih menjadi persoalan utama.

“Programnya bagus, tapi pengelolaannya buruk. Itu yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Ia berharap agar pemerintah tidak hanya responsif terhadap kritik, tetapi juga konsisten melakukan reformasi kebijakan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB