Bandung, Langkatoday.com – Pemerintah Kabupaten Langkat mulai membidik penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data dan teknologi. Salah satunya dengan mempelajari penerapan Satu Data dan teknologi geospasial yang dikembangkan Pemerintah Kota Bandung.
Langkah tersebut dilakukan Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, melalui kunjungan kerja bersama jajaran Pemkab Langkat ke Pendopo Kota Bandung, Rabu (16/9).
Rombongan diterima langsung Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan, SE, bersama jajaran perangkat daerah Pemkot Bandung.
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Pemkab Langkat untuk menggali pengalaman Bandung dalam mengelola data pemerintahan yang terintegrasi, akurat dan mutakhir, terutama untuk mendukung perencanaan pembangunan serta pengambilan kebijakan.
Data Jadi Dasar Kebijakan
Tiorita mengatakan penguatan Satu Data diperlukan agar kebijakan pemerintah tidak hanya mengandalkan asumsi, tetapi memiliki dasar informasi yang terukur.
“Data yang baik menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan dan mengambil kebijakan. Karena itu, kami ingin melihat secara langsung bagaimana pengelolaan Satu Data di Kota Bandung, kemudian mengambil hal-hal yang relevan untuk dikembangkan di Kabupaten Langkat,” ujar Tiorita.
Menurutnya, penerapan Satu Data membutuhkan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Kesamaan standar, integrasi sistem, kualitas data hingga kemampuan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar data pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pelajari Teknologi Geospasial
Selain pengelolaan data, Pemkab Langkat juga mempelajari pemanfaatan teknologi geospasial dalam mendukung pembangunan.
Teknologi tersebut memungkinkan pemerintah menggabungkan data dengan informasi berdasarkan lokasi dan wilayah.
Pemanfaatannya dapat mendukung perencanaan pembangunan, pengelolaan wilayah, pelayanan publik hingga pemetaan potensi daerah.
Tiorita menilai teknologi geospasial relevan bagi Langkat yang memiliki wilayah luas dengan karakteristik berbeda-beda.
“Geospasial juga sangat penting bagi Langkat karena kita memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik dan potensi yang berbeda-beda. Informasi berbasis kewilayahan akan membantu pemerintah melihat kondisi daerah secara lebih utuh,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemerintah daerah juga bertukar pengalaman mengenai standardisasi data, pemanfaatan teknologi informasi, kolaborasi antar-OPD serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Tiorita menegaskan, pengalaman yang diperoleh dari Bandung tidak akan diterapkan mentah-mentah, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik Kabupaten Langkat.
“Kita belajar dari daerah lain untuk mendapatkan referensi. Selanjutnya kita sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Kabupaten Langkat, sehingga penerapannya benar-benar memberikan manfaat bagi pemerintahan dan masyarakat,” katanya.
Dilanjutkan ke Dekranasda Bandung
Setelah pertemuan di Pendopo Kota Bandung, rombongan Pemkab Langkat melanjutkan kunjungan ke Dekranasda Kota Bandung Patrakomala.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Langkat mencari referensi untuk membangun tata kelola pemerintahan yang
Editor : Fadli













Komentar