Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode

- Pewarta

Rabu, 16 September 2026 - 14:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Surabaya, Langkatoday.com – Terkadang ambisi pribadi dapat membutakan realitas yang sedang terjadi, sehingga bagaimanapun caranya tujuan itu wajib diraihnya. Ayam ketika sudah kenyang dengan makanannya, dia akan merasa cukup dan akan mempersilahkan kawanan ayam lainnya untuk memakan sisa makanan yang masih ada. Berbeda dengan manusia, umumnya hewan selalu memikirkan untuk kejadian hari ini, dia tidak memikirkan ataupun memiliki masa lalu dan masa yang akan datang, sehingga itu yang membuatnya tidak lebih rakus daripada manusia.

Sayangnya, manusia dengan diberi kelebihan atas makhluk yang lain, berupa akal, mereka terlalu pandai untuk mengakali apa yang sudah berlalu, dan apa yang akan datang. Bisa jadi rekam jejak masa lalu dapat dihapusnya dengan kuasanya, dan prediksi yang akan terjadi pada masa depan, dapat pula dikendalikannya. Sebab, kebaikan yang tidak dapat diatur dengan baik, akan hancur dengan keburukan yang terstruktur.

Baca Juga:  Hilangnya Kepercayaan Publik

Gelombang masa akan penolakannya menjadi rektor pada periode keduanya, adalah puncak kemarahan yang sulit diredamkan. Karena kejadian yang besar selalu bermula dengan berbagai cicilan-cicilan peristiwa yang mengecewakan.

Seorang pemimpin yang memang kompeten dalam apa yang dipimpinnya tentu tidak akan terjadi gejolak protes dari bawahannya. Dewasa ini terlalu banyak pemimpin tidak dapat mengukur kapasitas dirinya, itulah yang disebut dengan kebutaan hati. Buta hati jauh lebih berbahaya daripada buta mata. Sebab kebutaan hati kadang-kadang mematikan empati, sehingga kesalahan-kesalahan kecil yang alih-alih dapat diperbaiki, justru malah diabaikan begitu saja.

Baca Juga:  Mahasiswa UDA Gelar Demo, Soroti Status Akreditasi hingga Dugaan Pungutan Rp2 Juta

Salah satu daripada protes mahasiswa terhadap Prof Muzakki adalah diduga adanya perjanjian dibawah meja dengan Menteri Agama untuk menunda-nunda penggantian rektor, sehingga para wisudawan pada bulan Juli lalu tanda tangan pada ijazah mereka ditanda tangani oleh Plt Rektor. Benar saja setelah ditetapkannya Ketua PBNU yang baru, sekitar lebih kurang dua minggu setelahnya diputuskan pula rektor Uinsa, yang mana dia adalah rektor lama yang berambisi duduk selama dua periode.

Akhir kata, tidak semua orang yang berilmu memiliki kebijaksanaan, karena kebijaksanaan hanya berada pada orang-orang yang mengetahui batas-batas kemampuan dirinya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Bendahara Terlalu Banyak Bicara
Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi
HTML: Tulang Punggung Website Modern
Taktik ‘Siram-Menyiram’ di Langkat: Rahasia Sukses Bikin Suara Kritis Mendadak Serak
Merdeka yang Tertunda: Refleksi Kritis atas Makna Kemerdekaan Indonesia
Pangkalan Brandan Lautan Api: Ketika Rakyat Langkat Membakar Kilang Minyak demi Mempertahankan Kemerdekaan
Kasasi Ditolak, Alexander Halim Tetap Divonis 10 Tahun dalam Kasus Alih Fungsi Hutan Langkat
Tentang Kebebasan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:36 WIB

Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode

Rabu, 16 September 2026 - 11:58 WIB

Ketika Bendahara Terlalu Banyak Bicara

Sabtu, 12 September 2026 - 07:07 WIB

Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:42 WIB

HTML: Tulang Punggung Website Modern

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Taktik ‘Siram-Menyiram’ di Langkat: Rahasia Sukses Bikin Suara Kritis Mendadak Serak

Terbaru

Sajian Khusus

Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:36 WIB

Sajian Khusus

Ketika Bendahara Terlalu Banyak Bicara

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:58 WIB