Komisi Reformasi Bongkar Masalah Besar di Tubuh Polri: ‘Lebih Kompleks dari yang Dibayangkan!

- Kontributor

Jumat, 14 November 2025 - 22:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA, LANGKATODAY – Komisi Percepatan Reformasi Polri mulai memetakan serangkaian persoalan serius di tubuh kepolisian setelah membuka ruang luas bagi partisipasi publik. Komisi yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto ini menerima gelombang keluhan dari masyarakat, menandakan kuatnya dorongan untuk perbaikan institusi.

Ketua Komisi, Jimly Asshiddiqie, menyatakan bahwa masalah yang membelit Polri jauh lebih kompleks dari yang terlihat di permukaan.

Kita masih ‘belanja’ masalah. Jadi kalau ditanya, masalah itu banyak banget ya,” ujar Jimly, Kamis (13/11).

Curahan Keluhan Publik Membludak

Menurut Jimly, derasnya masukan yang diterima menunjukkan bahwa publik masih menghadapi berbagai persoalan terkait profesionalitas, integritas, dan independensi kepolisian. Salah satu sorotan tajam datang dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang dipimpin Sinta Nuriah, menyoroti pentingnya reformasi yang menyentuh akar masalah.

Baca Juga:  Langkah Kapolri Bentuk Tim Reformasi Polri Dinilai Tak Lazim, Siaga 98: Ada Spekulasi Baru

Jimly menegaskan bahwa problem Polri bukan hanya soal internal, tetapi juga pengaruh eksternal yang terus menekan kinerja lembaga tersebut.

Bagaimana mengamankan polisi dari intervensi politik dan bisnis dari luar. Jangan sampai dia dirasuki oleh pengaruh intervensi politik dan bisnis praktis itu,” ujarnya memperingatkan.

Kepercayaan Publik Jadi Titik Lemah

Anggota komisi lainnya, Otto Hasibuan, menilai salah satu akar masalah paling krusial adalah rendahnya kepercayaan publik terhadap Polri. Padahal hampir seluruh fungsi negara kini beririsan dengan tugas kepolisian.

Saya melihat hampir tidak ada lagi yang tidak dijalankan oleh polisi, tetapi pertanyaannya adalah kenapa masyarakat belum percaya sepenuhnya kepada polisi,” kata Otto.

Otto menegaskan bahwa jurang antara kerja objektif Polri dan persepsi publik harus ditelusuri penyebabnya secara serius, karena legitimasi kepolisian bergantung pada kepercayaan masyarakat.

Baca Juga:  Kebohongan Yakup Hasibuan Dikuliti Rismon: Ijazah Jokowi Ditampilkan di Acara Reuni UGM Punya Siapa?

3 Bulan untuk Merumuskan Reformasi

Jimly menyebut komisi bekerja dalam tenggat tiga bulan. Pada bulan pertama, komisi fokus mengumpulkan dan memetakan masalah. Bulan kedua akan digunakan untuk merumuskan opsi kebijakan, dan pada bulan ketiga komisi menyusun laporan final untuk diserahkan kepada Presiden.

Bulan pertama kita belanja masalah dulu. Nantinya bulan kedua kami akan merumuskan pilihan-pilihan kebijakan,” ujar Jimly.
Bulan ketiga baru kita merumuskan policy report untuk kemudian dilaporkan kepada bapak Presiden,” tambahnya.

Dengan meningkatnya ekspektasi publik dan kompleksitas persoalan internal Polri, pekerjaan komisi ini dinilai sebagai salah satu agenda reformasi paling krusial dalam sejarah institusi kepolisian Indonesia.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027
Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Prabowo Yakin Indonesia Bangkit: Beberapa Tahun Lagi Tidak Akan Ada yang Bisa Bendung Kita
Tiorita Promosikan Produk Unggulan Langkat di APKASI Otonomi Expo 2026
Jelang Aksi 27 Agustus, Rekening Aktivis Rp80,9 Juta Ditunda, Pengamat Pertanyakan Dasar Hukumnya
Logo di Gedung Bank Mandiri Dicopot Pasca Viral Blokir Rekening Aktivis, Takut Didemo?

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Kamis, 3 September 2026 - 04:06 WIB

Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal

Selasa, 1 September 2026 - 15:55 WIB

Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Yakin Indonesia Bangkit: Beberapa Tahun Lagi Tidak Akan Ada yang Bisa Bendung Kita

Berita Terbaru