Langkah Kapolri Bentuk Tim Reformasi Polri Dinilai Tak Lazim, Siaga 98: Ada Spekulasi Baru

- Pewarta

Rabu, 24 September 2025 - 11:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday – Langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Transformasi Kamtibmas Reformasi Polri menuai sorotan. Pasalnya, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga telah membentuk Tim Penasihat Kamtibmas dan Reformasi Polri yang dipimpin Jenderal Polisi (Purn) Ahmad Dofiri.

Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98), Hasanuddin, menilai keputusan Kapolri membentuk tim internal justru tidak lazim.

“Belum bekerja tim yang dibentuk Presiden, Kapolri sudah membentuk tim internal tersendiri. Suatu langkah yang tidak lazim,” kata Hasanuddin kepada wartawan, Rabu (24/9/2025).

Hasanuddin juga mengaku heran karena dalam susunan tim internal tersebut, Kapolri tidak melibatkan Kabareskrim maupun Kabarhakam Polri. Padahal menurutnya, kedua posisi itu merupakan kunci utama reformasi Polri: Bareskrim sebagai aparatur penegak hukum dan Baharkam sebagai aparatur keamanan dan ketertiban.

Lebih lanjut, Hasanuddin menyoroti bahwa Ketua Tim, Komjen Chryshnanda Dwilaksana, akan memasuki masa pensiun pada akhir tahun ini. Hal serupa juga dialami Kabaintelkam Komjen A Wiyagus yang akan pensiun Oktober 2025.

Baca Juga:  Prabowo Salami SBY, tapi Tak Terlihat Salami Jokowi di HUT ke-81 TNI

“Reformasi Polri tentu memerlukan waktu dan proses. Namun jika ketua dan beberapa pejabat inti segera pensiun, tentu menimbulkan spekulasi baru mengenai arah tim internal ini,” jelasnya.

Hasanuddin menegaskan, sebagai bawahan langsung Presiden sesuai UU Polri, Kapolri seharusnya mengikuti arahan Presiden Prabowo.

“Kami berharap DPR ikut mengawasi proses ini. Kompolnas juga harus menjalankan peran sebagai kepanjangan tangan presiden dalam mengawasi Polri,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen
Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Terbaru

Langkat Terkini

Tiorita Ajak Masyarakat Langkat Bersatu Lawan Narkoba

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:21 WIB